Pekanbaru, elaeis.co - Mempersiapkan diri menghadapi peremajaan, Koperasi Produsen Kelapa Sawit Makmur (Koppsa-M) yang berlokasi di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, setakat tengah memaksimalkan lahan koperasi yang tidak produktif. Lahan tersebut direncanakan akan ditanami kembali bibit kelapa sawit bermutu tinggi.
Nusirwan, Ketua Koppsa-M, lahan tidak produktif yang saat ini tengah dipulihkan kembali itu, total luasannya mencapai 500 hektar. Namun upaya pemulihan ini dilakukan secara bertahap.
"Ini merupakan upaya swadaya kami sendiri. Dimana dari kesepakatan bersama hasil kebun saat ini sebagian dialihkan untuk pembangunan kebun yang sebelumnya tidak produktif tersebut," ujarnya kepada elaeis.co, Jumat (24/4).
Saat ini luas lahan yang telah dilakukan persiapan penanaman bibit kelapa sawit sudah mencapai 40 hektar. Sementara target sepanjang tahun 2026 ini seluas 200 hektar.
"Lahan yang kita kerjaan ini dulunya juga ditanami kelapa sawit. Namun tidak produktif dan rusak. Ada juga sebagian lahan kosong yang hanya berisi semak belukar," bebernya.
Langkah ini kata Nusirwan, sebagai antisipasi menghadapi moment peremajaan kebun yang saat ini masih berproduksi dengan baik. Sebab usia tanaman milik koperasi yang berada di desa Pangkalan Baru itu sudah menginjak angka 20 tahun.
"Jadi sisa waktu kita hanya 5-6 tahun lagi untuk bertahan memanfaatkan tanaman yang ada. Sehingga upaya kita yakni memaksimalkan lahan yang tidak produktif tadi," imbuhnya.
Harapan Nusirwan, jika kebun yang saat ini tengah dibangun tersebut berhasil, maka dapat menjadi penyambung penghasilan bagi anggota Koppsa-M. Artinya penghasilan tidak putus ditengah jalan. Malah kata dia, penghasilan petani dapat meningkat signifikan.
"Disamping luasan areal produktif bertambah luas, potensi harga TBS kelapa sawit kebun juga akan semakin tinggi. Apalagi pemerintah dikabarkan akan stop import solar pada bulan Juli mendatang. Tentu ini akan mengerek harga TBS menjadi lebih bagus. Sebab B50 yang berasal dari kelapa sawit menjadi energi ekonomi baru di tengah masyarakat khususnya petani kelapa sawit," tandasnya.
Siaga Hadapi Peremajaan, Koppsa-M Maksimalkan Lahan Tak Produktif
Diskusi pembaca untuk berita ini