Risa tak hafal berapa total luas kebun yang berada tak jauh dri rumah mereka di Desa Teluk Kabung --- warga di sana lebih sering menyebut Parit Cahaya Muda --- Kecamatan Gaung Kabupaten Inhil itu. “Yang saya tahu, pada 3 bidang lahan Abah itu tertanam 17 baris pohon kelapa sawit. Setiap baris sekitar 24 pohon kelapa sawit,” Risa merinci.
Lantaran buah kelapa sawit sudah banyak yang matang dan tak kunjung dipanen, ditambah lagi duit di rumah sudah cekak, Risa coba membikin inisiatif sendiri untuk mendapatkan duit; memberanikan diri memanen sawit itu.
“Sejak Abah sakit, duit untuk kebutuhan keluarga sudah enggak ada lagi. Mau tak mau saya dan emaklah yang ke kebun, saya mendodos, emak mengangkut hasil panen. Kalau abang saya yang nomor dua, Salim, tak sibuk mengurusi kebunnya, dia sempatkan juga membantu,” katanya.
Risa mengaku tak malu kalau teman-temannya menengok dia pulang dari kebun memanggul dodos. "Kalau saya tak bantu orang tua mengurus kebun, siapa lagi yang urus. Kasihan melihat orang tua yang sudah sakit masih bekerja juga. Saya tidak malu dan saya pikir kenapa harus malu," sederhana jawaban perempuan ini.
Selengkapnya baca di Elaeis Magazine edisi September 2022. Untuk pemesanan silahkan hubungi: 082286742091-081268378797
Si Gadis Cantik Pemanen Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini