Jakarta, elaeis.co – Produktivitas kebun kelapa sawit tidak hanya ditentukan oleh pemupukan dan perawatan tanaman. Serangan hama maupun penyakit yang terlambat ditangani juga bisa memangkas produksi tandan buah segar (TBS) secara signifikan, bahkan menyebabkan tanaman mati.
Kelapa sawit sebagai salah satu komoditas perkebunan andalan Indonesia menghadapi berbagai ancaman organisme pengganggu tanaman (OPT). Jika petani tidak mengenali gejala sejak dini, kerugian yang ditimbulkan dapat berdampak langsung terhadap hasil panen dan pendapatan.
Sedikitnya terdapat tujuh hama dan penyakit utama yang perlu diwaspadai pekebun karena berpotensi menurunkan produktivitas kebun.
Yang pertama adalah ulat api (Setora nitens). Hama ini menyerang daun dengan memakan helaian daun hingga hanya menyisakan tulangnya. Serangan berat menyebabkan luas permukaan daun berkurang drastis sehingga proses fotosintesis terganggu dan produksi TBS ikut menurun.
Selanjutnya kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) yang kerap menyerang tanaman belum menghasilkan (TBM). Hama ini merusak titik tumbuh sehingga pertumbuhan tanaman terhambat, bahkan dapat menyebabkan tanaman muda mati jika serangan tidak segera dikendalikan.
Ancaman berikutnya datang dari penggerek tandan buah (Tirathaba mundella). Larva hama ini menyerang bunga dan tandan buah sehingga bunga mudah rontok, pembentukan buah terganggu, dan produksi menjadi lebih rendah.
Jangan Anggap Sepele 7 Hama dan Penyakit Kelapa Sawit Ini Bisa Bikin Panen Amblas
Diskusi pembaca untuk berita ini