Yogyakarta, elaeis.co - Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) secara resmi melepas 671 mahasiswa magang pada 30 Juli 2026 di Lapangan GRHA INSTIPER, Yogyakarta.
Program ini merupakan implementasi link and match antara dunia pendidikan (kampus) dengan dunia kerja (industri).
Program magang industri tersebut dirancang sebagai manifestasi kurikulum berdampak untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Ketua Panitia Magang, Dr. Maria Ulfah, STP., MP mengatakan, program magang tahun ini dibagi menjadi dua skema utama. Skema pertama adalah Magang Berseleksi MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang diikuti oleh 231 mahasiswa (34,4%) setelah melalui proses kompetisi yang ketat pada Februari-Maret 2026.
Skema kedua adalah Magang Reguler yang diikuti oleh 440 mahasiswa (65,6%) melalui jalur mandiri maupun fasilitasi kampus yang diluncurkan pada April-Mei 2026.
“Mahasiswa magang tahun 2026 akan menjalankan magang di 79 perusahaan mitra INSTIPER. Sektor industri kelapa sawit masih menjadi minat utama yang mendominasi pilihan mahasiswa, yaitu sebesar 85,25% (572 mahasiswa) tersebar di 52 perusahaan sawit terkemuka, seperti Sinarmas, Karyamas, Astra Agro Lestari, dan perusahaan terkemuka lainnya," kata Maria, Kamis (30/7).
Selain itu, lanjut Maria, terdapat 14 perusahaan bergerak di bidang perkebunan non sawit (tebu, karet, teh, kopi, kakao), hortikultura dan pangan, serta 13 perusahaan di bidang kehutanan yang menjadi Lokasi magang mahasiswa.
"Dari sebaran lokasi magang mahasiswa tersebut menunjukkan INSTIPER layak disebut sebagai The best palm oil university," katanya.
Maria mengatakan, perusahaan lokasi magang mahasiswa tersebar di 18 provinsi di Indonesia, dengan sebaran terbanyak di Kalimantan Tengah sebanyak 165 orang, Sumatera Utara sebanyak 117 orang, dan Kalimantan Barat sebanyak 105 orang.
Lokasi magang yang berada di 18 provinsi diharapkan juga dapat berdampak nyata pada masyarakat lokasi magang. Hal ini dikarenakan selain menjalankan kegiatan magang di perusahaan, mahasiswa juga diminta melaksanakan pengabdian masyarakat sebagai bentuk transfer ilmu yang telah diperoleh selama kuliah selama ini untuk dapat diaplikasikan oleh masyarakat.
Maria mengatakan, selama 4–6 bulan, mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas industri untuk mengembangkan kompetensi teknis, pengalaman profesional, serta kemampuan beradaptasi di dunia kerja.
Dengan demikian, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif, sehingga mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menjawab tantangan dan kebutuhan dunia industri.
Wujudkan Link and Match, INSTIPER Yogyakarta Lepas 671 Mahasiswa Magang Tahun 2026 ke 18 Provinsi
Diskusi pembaca untuk berita ini