Papua, elaeis.co - Sudah sejak 2017 sedikitnya kebun kelapa sawit seluas 3.034 di Provinsi Papua tepatnya di Kabupaten Keerom tak lagi berproduksi maksimal. Pertama lantaran tanaman sudah berusia tua, kemudian juga ditutupnya PTP II oleh pemerintah.

Dengan kebun yang tidak berproduksi dengan baik, maka penghasilan petani juga merosot. Bahkan berlangsung hingga saat ini. 

Cerita Sekretaris Apkasindo Papua R Yonas Rahaningmas sejatinya upaya untuk peremajaan sudah dilakukan. Namun pengajuan Program Sawit Rakyat (PSR) justru tersendat sendat. Kebanyakan permasalah lantaran persyaratan yang belum lengkap.

"Namun syukur untuk tahap pertama ini ada sekitar 532 hektar yang berhasil kita ajukan. Ini merupakan lahan dari dua koperasi," bebernya kepada elaeis.co, Senin (13/7).

Lahan yang berada di empat kampung di Kecamatan Arso itu terpilih dalam tahap pertama lantaran usia tanamannya sudah mencapai 40 tahun.bdimana penanaman awal dilakukan pada tahun 1983-1984.

"Ini kebun milik dua koperasi, yakni koperasi Onomi Madani Papua dan Koperasi Petani Sawit Papua," terangnya.

Dari informasi yang diperolehnya, peremajaan akan dilaksanakan mulai Agustus atau September mendatang. Ia berharap program PSR ini berjalan lancar sehingga ekonomi petani kembali membaik.

"Petani tentu sudah tidak sabar menunggu realisasi peremajaan ini. Sebab ekonomi masyarakat sudah sangat merosot sejak kebun kelapa sawit itu tidak berproduksi dengan baik," tandasnya.