Lebak, elaeis.co – Musim kemarau membawa berkah bagi perajin tirai sawit di Lebak, Banten. ermintaan melonjak, membuat omzet pelaku UMKM naik hingga 100 persen.

Melonjaknya omzet karena banyak masyarakat mencari tirai alami untuk mengurangi panas matahari yang masuk ke rumah maupun bangunan.

Lonjakan permintaan mulai dirasakan para perajin sejak intensitas panas meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Krey sawit yang sebelumnya terjual sekitar 1.000 unit per pekan kini melonjak menjadi 2.000 unit.

Salah seorang pengepul krey sawit di Lebak, Toto, mengatakan omzet usahanya kini mencapai sekitar Rp60 juta per pekan. Sebelum musim kemarau, omzet yang diperoleh berkisar Rp30 juta per pekan.

"Kami sekarang bisa menghasilkan omzet sekitar Rp60 juta per pekan. Permintaannya memang naik cukup tajam," ujarnya.

Menurut Toto, sebagian besar pesanan datang dari Serang, Cilegon, hingga Jakarta. Tirai sawit banyak dipilih karena mampu mengurangi paparan sinar matahari langsung ke dalam bangunan dengan harga yang relatif terjangkau, yakni sekitar Rp30 ribu per unit di tingkat pengecer.

Kenaikan permintaan juga dirasakan Timan, pengepul krey sawit asal Desa Rangkasbitung Timur. Ia mengaku omzet usahanya meningkat menjadi sekitar Rp50 juta per pekan, naik dua kali lipat dibandingkan sebelumnya yang mencapai Rp25 juta.