Bogor, elaeis.co – Wacana besar soal masa depan industri kelapa sawit Indonesia kembali menguat dan menarik perhatian luas.
Dalam sebuah Media Gathering bertema “B50 Strategi Indonesia menjadi Kekuatan Energi Sawit Dunia” yang digelar Agrina di Bogor, Rabu (10/6), para pakar dan pelaku industri kompak menilai bahwa program biodiesel B50 bukan sekadar kebijakan energi biasa, melainkan bisa menjadi titik balik besar dalam sejarah ekonomi nasional.
Sejak awal forum dibuka, diskusi langsung mengerucut pada satu hal, bagaimana Indonesia mengubah posisi dari sekadar eksportir minyak sawit mentah menjadi pemain utama dalam peta energi dunia berbasis nabati.
Mantan Menteri Pertanian, Prof. Dr. Bungaran Saragih, menjadi salah satu tokoh yang paling menekankan arah besar transformasi ini.
Ia menyebut ada tiga kebijakan kunci yang saling terkait erat, yakni Penertiban Kawasan Hutan (PKH), program B50, dan penguatan tata kelola ekspor sawit nasional.
Menurutnya, selama ini ketiganya kerap dibahas terpisah, padahal jika ditarik ke satu garis besar, semuanya mengarah pada satu tujuan yang sama, yakni transformasi sawit menjadi aset strategis nasional.
“B50 bukan hanya soal energi, tapi juga soal ketahanan ekonomi nasional,” ujar Bungaran dalam forum tersebut.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa PKH menjadi fondasi awal yang tidak bisa diabaikan karena berkaitan langsung dengan kepastian hukum.
Tanpa legalitas yang jelas, industri sawit Indonesia akan terus berada dalam tekanan global, terutama dari isu keberlanjutan dan transparansi.
Sementara itu, B50 dipandang sebagai motor penggerak utama yang dapat memperkuat pasar domestik sekaligus menekan ketergantungan pada impor energi.
Di saat yang sama, tata kelola ekspor perlu diperbaiki agar nilai tambah industri ini benar-benar kembali ke dalam negeri.
Dari sisi riset kebijakan, Dr. Tungkot Sipayung, Direktur Eksekutif PASPI, memperkuat gambaran besar tersebut dengan data yang cukup mencolok.
B50 Disebut Bisa Ubah Indonesia Jadi Raja Energi Sawit Dunia, Ini Dampak Dahsyatnya
Diskusi pembaca untuk berita ini