Selain itu, menurutnya saat ini sudah ada TPAKD yang sebenarnya merupakan upaya untuk mempercepat akses masyarakat kepada lembaga keuangan formal. Dengan demikian, kata dia, saat sekarang telah banyak pedagang yang beralih dari rentenir ke lembaga keuangan formal.
"Bank umum, BPR, maupun lembaga keuangan formal lainnya sebenarnya bisa melakukan penarikan secara harian (seperti halnya yang dilakukan rentenir) karena itu hanya teknis saja," katanya.
Ia mengatakan pihaknya mendorong perbankan dan lembaga keuangan formal lainnya untuk masuk ke skim-skim kredit bagi petani kecil, salah satunya melalui program Layanan Keuangan sebagai upaya memberantas rentenir yang digagas Kantor OJK Bengkulu.
Menurutnya, perbankan yang melayani program-program itu tidak memberlakukan agunan, suku bunga yang diberikan cukup murah, dan plafonnya terjangkau oleh pedagang-pedagang kecil.
"Saya kira itu upaya untuk mengurangi rentenir dan meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit di Bengkulu," tutupnya.
Petani Sawit di Bengkulu Jadi Sasaran Empuk Rentenir
Diskusi pembaca untuk berita ini