Jakarta, elaeis.co – Petani menghadapi tantangan yang semakin berat pada tahun ini. Di tengah ancaman El Nino yang berpotensi mengganggu produksi, kenaikan harga berbagai sarana produksi pertanian atau agroinput mulai dari benih, pupuk hingga pestisida membuat biaya usaha tani semakin membengkak.
Kondisi tersebut mendorong petani untuk lebih cerdas dalam mengelola usaha tani. Sebab, kesalahan dalam menentukan pola tanam maupun penggunaan sarana produksi secara berlebihan dapat berujung pada membengkaknya biaya dan menurunnya keuntungan.
Ketua Asosiasi Perbenihan Indonesia (ASBENINDO) Ayub Darmanto mengatakan, gejolak geopolitik global dan pelemahan nilai tukar rupiah telah memberikan tekanan besar terhadap sektor pertanian. Dampaknya dirasakan mulai dari industri benih hingga para petani sebagai pengguna akhir.
Selain itu, kenaikan harga minyak dunia juga berdampak pada berbagai komponen produksi lainnya, mulai dari mulsa plastik, pupuk non-subsidi hingga bahan kemasan.
"Kita menjual dengan rupiah, tetapi membeli dengan dolar. Ketika kurs naik tentu biaya ikut meningkat dan dampaknya pada harga di tingkat petani," ujar Ayub dalam media gathering bertema "Harga Agroinput dan Beban Produksi Meningkat, Bagaimana Solusi Industri".
Di tengah kondisi tersebut, Ayub menilai tidak ada pilihan lain selain meningkatkan efisiensi. Menurutnya, petani harus mulai mengubah pola pikir dan lebih rasional dalam menggunakan sarana produksi.
Ia mengingatkan penggunaan pupuk yang berlebihan tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan hasil panen. Sebaliknya, penggunaan yang tidak sesuai kebutuhan hanya akan meningkatkan biaya produksi.
"Petani harus menjadi petani yang cerdas. Pupuk digunakan secukupnya saja, jangan terlalu banyak. Begitu juga pestisida harus digunakan tepat waktu dan tepat dosis. Jangan terus-menerus digunakan karena itu justru menjadi pemborosan," katanya.
Selain efisiensi penggunaan pupuk dan pestisida, Ayub juga meminta petani lebih jeli dalam menentukan komoditas yang akan ditanam. Menurutnya, petani tidak seharusnya hanya mengikuti tren harga yang sedang tinggi.
Senada dengan itu, Dewan Pakar Agroinput sekaligus Dewan Pembina Alishter, Midzon Johannis, mengatakan sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan yang bersifat multidimensi. Selain dampak konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia, ancaman El Nino juga diperkirakan memengaruhi produksi pangan nasional.
Petani Diminta Lebih Cerdas Harga Pupuk, Benih dan Pestisida Naik, Salah Strategi Bisa Berujung Boncos
Diskusi pembaca untuk berita ini