Makasar, elaeis.co - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Perjuangan menyayangkan minimnya perusahaan atau Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang memenuhi undangan dalam rapat penetapan harga kelapa sawit di Sulawesi Selatan (Sulsel).  Dari 8 perusahaan yang diundang, hanya 1 perusahaan yang memenuhi undangan yakni PTPN 14.

Sekjen Apkasindo Perjuangan, A Sulaiman H Andi Loeloe kepada elaeis.co mengatakan absennya para perusahaan tadi membuat penetapan harga yang dilakukan tidak optimal. Akhirnya harga yang dihasilkan juga tidak maksimal.

"Jadi penetapan harga kini terpaksa hanya berpatokan kepada PKS PTPN 14, yang tentunya juga dipastikan agak rendah dari PKS  lainnya. Sebab PKS PTPN 14 adalah PKS yang tertua di Sulsel, sehingga secara logika biaya operasionalnya lebih tinggi dari PKS baru," bebernya, Selasa (15/8)

Dengan begitu, kata dia, maka secara otomatis harga pembelian TBS Sulsel akan di bawah standar karena tidak ada harga pembanding dari PKS lain. Meski bulan ini, kata Andi, harganya naik sebesar Rp37/kg.

Andi berharap Pemerintah Sulsel harus bertindak tegas kepada PKS- PKS yang tidak mengindahkan Permentan No. 1/2018, dan undangan Gubernur sebagai pemilik izin. Sebab, lanjut Andi, hal ini bukan baru kali ini PKS tersebut tidak memenuhi undangan gubernur.

"Kami harap pemerintah Sulsel memberi sanksi kepada PKS  yang tidak taat atas peraturan pemerintah sebagai pemilik izin. Agar ke depan bisa terjadi harmonisasi antara pekebun dan perusahaan dalam mendukung percepatan ISPO  2025," tandasnya.