"Pemerintah juga memiliki program peningkatan produktivitas sawit rakyat melalui program peremajaan sawit rakyat (PSR), bantuan sarana dan prasarana (sarpras) serta pengembangan SDM," ucap Arfie Thahar.
.
Program pengembangan SDM kelapa sawit, kata dia, bertujuan untuk peningkatan kompetensi dan keterampilan SDM melalui pendidikan dan pelatihan.
Arfie menjelaskan, pengembangan SDM kelapa sawit di Indonesia dilakukan dengan cara memberikan beasiswa pendidikan dan pelatihan bagi para petani kelapa sawit.
"Termasuk bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dan instansi. Beasiswa SDM kelapa sawit ditujukan bagi anak pekebun dan keluarga pekebun," ujarnya.
"Pada tahun 2024 terdapat 23 perguruan tinggi yang bekerjasama untuk menyelenggarakan beasiswa SDM kelapa sawit, salah satunya adalah INSTIPER Yogyakarta," ungkap Arfie Thahar.
Dirinya ingat kalau kali ini merupakan tahun ketiga BPDPKS bekerjasama dengan INSTIPER Yogyakarta untuk mendidik 120 orang mahasiswa beasiswa SDM kelapa sawit
Sebagai penutup, Arfie Thahar memberikan semangat kepada para mahasiswa baru dan menyebut INSTIPER sebagai kampus yang tepat untuk menimba ilmu soal perkelapasawitan.
“Kalian (para mahasiswa baru -) sudah berada di kampus yang tepat. INSTIPER merupakan kampus yang akan mengantarkan saudara semua ke industri kelapa sawit yang sangat penting bagi Indonesia maupun dunia," tegas Arfie Thahar selaku Kadiv Program Pelayanan Direktorat Penyaluran Dana BPDPKS.
Arfie Thahar Ajak Mahasiswa dan Dosen INSTIPER Ikuti Riset Ilmiah yang Diselenggarakan BPDPKS
Diskusi pembaca untuk berita ini