Bengkulu, elaeis.co - Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Bengkulu meminta pemerintah daerah menertibkan Loading Ramp atau tempat jual beli kelapa sawit.
APKASINDO menilai kehadiran Loading Ramp di Bengkulu mengakibatkan distorsi harga tandan buah segar (TBS) yang telah ditetapkan berdasarkan kesepakatan tripartite antara perusahaan, pemerintah dan petani sawit.
"Kita minta Pemerintah Provinsi Bengkulu menidak tegas pengepul TBS ilegal atau Loading Ramp. Sebab kehadiran mereka menimbulkan pola kompetisi harga TBS tidak sehat yang merugikan petani dan perusahaan sawit," kata Ketua DPW APKASINDO Bengkulu, Jakfar kepada elaeis.co kemarin.
Alasan lain kata Jakfar, pabrik kelapa sawit tanpa kebun melalui Loading Ramp telah membuat sistem tata niaga TBS yang ada. Akibatnya petani dirugikan.
"Untuk itu APKASINDO bersama seluruh petani sepakat menertibkan tata niaga sawit yang tidak beres di Bengkulu," kata dia.
"Perlu diketahui, sampai saat ini belum ada kebijakan yang mengatur Loading Ramp ini. Kami juga khawatir sekitar 70% hasil kebun plasma lari ke luar, diperparah lagi maraknya pencurian sehingga makin menekan perusahaan," ujarnya.
Kehadiran Loading Ramp yang tidak terkontrol oleh pemerintah juga terbukti terjadi penerapan tata niaga TBS yang semena-mena.
Dampaknya, sangat membahayakan bagi kelangsungan investasi di Bengkulu. Sebab kehadiran Loading Ramp berpotensi mengakibatkan Koperasi Unit Desa (KUD) gulung tikar. Ini terjadi lantaran semua anggota berpotensi tidak lagi menjual TBS sawit melalui koperasi.
"Padahal sumber pendanaan koperasi berasal dari optimalisasi petani plasma," katanya.
Kondisi ini juga bisa berdampak lebih luas, selain berpotensi memperburuk operasional koperasi juga bisa mendorong terjadinya PHK besar-besaran lantaran tidak lancarnya operasional perusahaan, termasuk tingkat pencurian buah yang kian meninggi.
"Kami meminta agar pemerintah daerah bisa menindak tegas Loading Ramp ini, karena tindakan mereka merugikan petani serta mendorong terjadinya PHK," pungkasnya.
APKASINDO Desak Pemerintah Daerah Tertibkan Loading Ramp Sawit di Bengkulu
Diskusi pembaca untuk berita ini