Berita / Sumatera /
Tingginya Harga Tidak Diimbangi Produksi Kebun Kelapa Sawit
Tandan buah segar kelapa sawit.(Dok)
Padang, elaeis.co - Harga kelapa sawit Minggu ini tengah mengalami kenaikan yang signifikan. Harga tertinggi masih terjadi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yakni sebesar Rp4.125,52/kg.
Sayangnya, tingginya harga kelapa sawit yang ditetapkan Dinas Perkebunan itu tidak sesuai dengan produksi kebun yang ada. Di provinsi berjuluk ranah Minang itu, beberapa periode belakangan ini produksi kebun kelapa sawit mengalami penurunan.
"Produksi sedang trek saat ini. Jika dibandingkan sebelumnya, produksi turun sampai 30%," ujar salah satu petani di Sumbar Bagus Budi Antoro kepada elaeis.co, Sabtu (4/4).
Pria yang juga merupakan ketua Apkasindo Sijunjung itu menjelaskan penurunan produksi telah terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Diperkirakannya produksi ini akan turun hingga akhir mei mendatang.
Mengenai harga, untuk kelapa sawit swadaya rata- rata pekan ini mencapai Rp3.700/kg. Harga ini memang tinggi jika dibandingkan Minggu sebelumnya, namun jika dibandingkan dengan produksi yang turun maka petani juga tidak menikmati hasil yang optimal.
"Walaupun harga tinggi kalau produksi rendah, ya petani tetap begitu saja hasilnya. Namun kita bersyukur, artinya pendapatan petani lebih stabil," terangnya.
Sementara Ketua Apkasindo Sumbar, Jufri Nur menambahkan bulan Mei memang bukan bulan panen raya bagi petani sawit. Panen raya biasanya terjadi pada awal Juli mendatang.
"Juli mendatang bisa jadi produksi akan naik, untuk itu petani harus bersiap dan menjaga kebun kelapa sawitnya," tandasnya.









Komentar Via Facebook :