Jakarta, elaeis.co - Biasanya, kalau anak-anak lolos beasiswa full pembiayaan, mereka akan sumringah dan bangga. Sebab segala sesuatunya sudah tersedia, termasuk jemputan dari bandara tujuan. Istilah katanya, mahasiswa tinggal bawa badan saja. 

Tapi untuk Beasiswa Sawit yang katanya full pembiayaan ini, rupanya tak seperti itu. Anak-anak yang sudah dinyatakan lulus justru musti membiaya sendiri dulu dirinya hingga sampai ke kampus tujuan. Pemondokan juga harus ditalangi sendiri dulu. 

Inilah yang membikin para anak petani dan buruh sawit dari seantoro nusantara panik. Selain lantaran belum pernah ke kampus tujuan, mereka juga harus mengusahakan duit dulu. 

"Tidak ada penjemputan dari bandara tujuan. Soal biaya yang dikeluarkan calon mahasiswa, nanti BPDKS yang mengurusi pembayarannya," begitulah omongan admin panitia Beasiswa Sawit yang ditelepon oleh admin Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP-Apkasindo). Jawaban ini sontak membikin kaget. 

"Namanya juga anak-anak kampung, berangkat sendiri itu rawan. Belum lagi harus mendahulukan biaya, ini sangat memberatkan. Iya kalau segera diganti, tapi ini kan reimburse nya bisa sampai 6 bulan,” Ketua Umum DPP- Apkasindo, Gulat Medali Emas Manurung merutuk dalam konfrensi pers yang digelar di Sekretariat DPP Apkasindo di kawasan Thamrin Jakarta, kemarin.