Jakarta, elaeis.co - Siapa sangka, limbah pelepah kelapa sawit yang biasanya dibiarkan membusuk di kebun ternyata bisa naik kelas jadi bahan pembersih kaca bernilai tinggi. 

Peneliti Indonesia berhasil mengembangkan teknologi bioproses yang mengubah biomassa sawit menjadi asam glukonat, senyawa penting yang dipakai dalam formulasi cairan pembersih kaca komersial.

Inovasi ini jadi sorotan karena bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal cara baru memandang limbah sawit yang selama ini jumlahnya melimpah di industri perkebunan Indonesia.

Berdasarkan data dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), industri sawit menghasilkan limbah biomassa dalam jumlah besar setiap tahun. 

Sekitar 24 persen berasal dari pelepah kelapa sawit, sementara sisa pemangkasan batang bisa mencapai 70 persen per pohon.

Selama ini, sebagian besar limbah itu belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, di dalamnya terkandung senyawa holoselulosa atau gabungan selulosa dan hemiselulosa yang ternyata punya potensi besar untuk diolah menjadi bahan kimia bernilai tinggi seperti asam glukonat.

Prosesnya tidak sederhana. Peneliti menggunakan pendekatan bioteknologi dan konsep ekonomi sirkular untuk mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Tahap pertama dimulai dengan proses delignifikasi hidrotermal. 

Sederhananya, ini adalah proses pelunakan struktur keras pelepah sawit agar lignin—komponen yang membuat tanaman kaku—bisa terurai.