Jakarta, elaeis.co - Berkat komitmen menjalankan tata kelola lingkungan dengan baik, 14 anak perusahaan PT Musim Mas Group menerima penghargaan Program Penilaian Peningkat Kinerja Perusahaan (Proper) tingkat nasional dengan peringkat hijau dan biru periode 2022-2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Sebanyak 20 Proper Hijau dan Biru berhasil diraih Musim Mas Group, di antaranya 11 Proper Hijau didapat pada sektor Pabrik Kelapa Sawit (PKS) serta 9 Proper Biru diterima oleh 2 PKS, dan 7 anak perusahaan di sektor perkebunan.
Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, dan dihadiri oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin pada tanggal 21 Desember 2023.
Teuku Kanna Rhamdan, selaku General Manager Corporate Affairs - Musim Mas Group, merinci masing-masing anak perusahaan Musim Mas yang menerima penghargaan itu sebagai berikut; PT. Agrowiratama (PKS), PT Bahana Nusa Interindo (PKS), PT Berkat Sawit Sejati (PKS), PT Sarana Esa Cita (PKS), PT Indomakmur Sawit Berjaya (PKS), PT Sarana Esa Cita (Perkebunan), PT Maju Aneka Sawit (PKS), PT Musim Mas (Perkebunan).
Selanjutnya, PT Musim Mas Batang Kulim (PKS), PT Guntung Idaman Nusa (Perkebunan), PT Musim Mas Pangkalan Lesung (PKS), PT Sukajadi Sawit Mekar (Perkebunan), PT Sinar Agro Raya (PKS), PT Maju Aneka Sawit (Perkebunan), PT Siringo-Ringo (PKS), PT Globalindo Alam Perkasa (Perkebunan), PT Sukajadi Sawit Mekar PKS SSM1 (PKS), PT Mulia Indah (Perkebunan), PT Sukajadi Sawit Mekar PKS SSM2 (PKS), dan PT Unggul Lestari (PKS).
"Kami sangat bangga dan senang dengan pencapaian PROPER dalam menutup tahun ini, jumlah anak perusahaan penerima PROPER bertambah jadi 14 perusahaan dari sektor pabrik kelapa sawit dan perkebunan. Strategi dan kebijakan keberlanjutan Musim Mas menjadi acuan yang diterapkan di seluruh lini perusahaan. Kami terus meningkatkan standar untuk produksi minyak sawit yang berkelanjutan," terangnya dalam press release diterima elaeis.co, Sabtu (23/12).
"Kepedulian kami atas lingkungan juga kami realisasikan dengan mengadopsi Agriculture Sector Roadmap to 1.5°C bersama perusahaan-perusahaan serupa, yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dari penggunaan dan pengelolaan lahan. Tentunya, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari keterlibatan seluruh pemangku kepentingan di sektor kelapa sawit," tambahnya.
Sebagai perusahaan global yang memiliki operasional utama di Indonesia, Musim Mas Group selalu mengutamakan pengelolaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit yang ramah lingkungan serta berkelanjutan.
Hingga akhir 2022, Musim Mas memiliki lebih dari 28 ribu hektar lahan (lebih dari 14% dari luas lahan bersertifikat) yang diperuntukkan bagi konservasi.
Musim Mas juga menerapkan zero waste pada operasionalnya melalui pengelolaan limbah padat, cair dan gas, dimana limbah padat dikelola lebih lanjut menjadi bahan bakar dan pupuk, limbah cair dikelola lebih lanjut melalui proses waste water treatment yang kemudian dimanfaatkan kembali, serta pengelolaan limbah gas metana yang dihasilkan dari proses operasional menjadi listrik menggunakan instalasi Methan Capture.
Hasil listrik, lanjutnya, digunakan untuk operasional dan perumahan pekerja di lokasi operasional perkebunan dan pabrik.
Saat ini, terdapat 17 pabrik pengolahan kelapa sawit Musim Mas telah dilengkapi fasilitas Methan Capture. Korporasi ini juga menegaskan semua rantai pasok telah menerapkan NDPE (No Deforestation, No Peat, No Exploitation).
Lebih jauh lagi, Musim Mas juga memberdayakan masyarakat dan komunitas untuk lebih menjaga lingkungan melalui program Masyarakat Bebas Api, dan program Pemberdayaan Petani Swadaya Musim Mas melalui pelatihan terkait praktik-praktik perkebunan yang baik (Good Agriculture Practices).
Dia berharap kepada pemimpin unit perusahan dibidang nya untuk menjunjung tinggi empat pilar keberlanjutan yang diterapkan dalam menjalankan usahanya.
Keempat pilar tersebut mencakup peningkatan kehidupan petani swadaya, pekerja, dan komunitas, memberikan dampak lingkungan yang positif; mempertahankan hubungan yang bertanggung jawab dengan para pemasok, pelanggan, dan pemangku kepentingan, serta mendorong inovasi dalam praktik-praktik berkelanjutan.
Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, dalam pidatonya menyampaikan kondisi dunia tengah dihadapi pada tiga krisis lingkungan diantaranya perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati dan pencemaran lingkungan.
Masalah lingkungan hidup ini merupakan persoalan universal yang menuntut penyelesaian secara seksama dan bersama-sama, salah satunya melalui pembangunan berkelanjutan.
"Keberhasilan pembangunan keberlanjutan membutuhkan dukungan semua sektor dan pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas, juga entitas bisnis," pungkasnya.
Untuk diketahui, anugerah Proper ini diinisiasi oleh KLHK yang merupakan penghargaan atas kinerja dunia usaha dalam pengelolaan lingkungan mulai inovasi sosial, dan kepemimpinan lingkungan (green leadership) perusahaan yang bertujuan untuk mendorong ketaatan industri terhadap peraturan perundangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup.
Ada dua kriteria penilaian Proper, yaitu kriteria penilaian ketaatan dan kriteria penilaian lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance). Dasar penilaian ketaatan mencakup peraturan seputar persyaratan dokumen lingkungan, pengendalian pencemaran air, laut, dan udara, pengelolaan limbah B3, dan potensi kerusakan lahan. Pada sektor perkebunan, aspek pengendalian kerusakan ekosistem gambut juga masuk dalam penilaian.
Musim Mas Raih 20 Proper Hijau dan Biru dari KLHK
Diskusi pembaca untuk berita ini