Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi menambahkan bahwa permintaan pasar internasional terhadap lidi sawit terus menunjukkan tren positif. Menurutnya, peluang ekspor masih sangat terbuka dan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi petani sawit di berbagai daerah.

“Peluang pasar ekspor masih sangat terbuka lebar. Ini menjadi kesempatan besar bagi petani dan UMKM di sentra perkebunan sawit untuk meningkatkan pendapatan melalui produk turunan sawit,” kata Ilham.

Sementara itu, pemerintah daerah Sumatera Utara turut mengapresiasi capaian ekspor tersebut. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara menilai bahwa daerah tersebut memiliki potensi besar dalam pengembangan produk berbasis limbah sawit yang bernilai tambah.

Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, koperasi, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem industri sawit berkelanjutan. Model pengembangan ini dinilai sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular karena mampu mengurangi limbah sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar perkebunan.

Selain pelepasan ekspor, BPDP dan Aspek-PIR juga menggelar workshop praktik ekspor lidi sawit di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dan dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara koperasi dan pelaku ekspor untuk memperkuat produksi dan akses pasar internasional.

Ekspor 28 ton lidi sawit ke China ini menjadi langkah awal perluasan pasar produk turunan sawit Indonesia. 

Keberhasilan tersebut juga menunjukkan bahwa limbah perkebunan dapat diolah menjadi komoditas ekspor yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi berbasis koperasi.