Medan, elaeis.co - Tujuh koperasi anggota Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspek-PIR) Indonesia berhasil mencatatkan keuntungan dari ekspor perdana 28 ton lidi sawit ke China.
Ekspor ini menjadi tonggak baru dalam pemanfaatan limbah kelapa sawit yang diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Kegiatan ekspor tersebut dilepas oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Aspek-PIR Indonesia di gudang PT Arra Setya Abadi, Belawan, Medan, Sumatera Utara.
Lidi sawit yang diekspor berasal dari perkebunan rakyat di Riau, Sumatera Utara, dan Aceh, yang dihimpun oleh petani, pelaku UMKM, serta koperasi binaan program pemberdayaan BPDP.
Ketua Umum Aspek-PIR Setiyono mengatakan, ekspor perdana ini menjadi bukti bahwa limbah sawit memiliki nilai tambah ekonomi yang besar apabila dikelola secara terorganisir. Ia menyebut keterlibatan koperasi menjadi kunci utama dalam membangun rantai pasok produk turunan sawit yang berkelanjutan.
“Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan,” ujar Setiyono.
Dalam ekspor ini, sedikitnya tujuh koperasi anggota ASPEKPIR terlibat langsung dalam pengumpulan dan penyediaan bahan baku lidi sawit. Aktivitas tersebut memberikan dampak ekonomi bagi sekitar 2.800 anggota koperasi yang tersebar di sejumlah sentra perkebunan sawit di Sumatera dan sebagian wilayah lainnya.
BPDP menegaskan bahwa program pemanfaatan limbah sawit telah lama menjadi bagian dari strategi peningkatan nilai tambah industri sawit nasional. Selain lidi sawit, BPDP juga mendorong program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penguatan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, serta riset dan inovasi produk turunan sawit.
Perwakilan BPDP melalui sambutan tertulis menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Aspek-PIR telah dilakukan sejak 2024 melalui berbagai workshop dan pendampingan teknis di sejumlah daerah sentra sawit, seperti Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur, hingga Pasang Kayu di Sulawesi Barat. Upaya ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas petani dan UMKM dalam memasuki pasar ekspor.
7 Koperasi Sapu Bersih Cuan dari Ekspor 28 Ton Lidi Sawit ke China
Diskusi pembaca untuk berita ini