Jakarta, elaeis.co – Kondisi jutaan hektare kebun sawit rakyat yang sudah memasuki usia tua dinilai menjadi ancaman serius bagi kinerja industri sawit nasional. 

Jika persoalan produktivitas petani sawit swadaya tidak segera dibenahi, Indonesia berisiko kehilangan potensi tambahan produk domestik bruto (PDB) hingga Rp 70,3 triliun.

Peringatan itu muncul seiring masih rendahnya produktivitas sawit rakyat dibandingkan perkebunan milik negara maupun swasta. Di saat yang sama, luas kebun sawit rakyat yang sudah melewati masa produktif terus membesar dan membutuhkan peremajaan dalam skala luas.

Peneliti senior Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Rahmad Supriyanto, mengatakan sawit rakyat memegang peranan penting dalam struktur perkebunan nasional. Dari total 16,38 juta hektare luas kebun sawit Indonesia, sekitar 6,77 juta hektare atau 41,3 persen dikelola oleh petani swadaya.

Jumlah itu menjadikan petani rakyat sebagai salah satu penopang utama industri sawit nasional. Namun, kontribusi besar tersebut belum diikuti oleh tingkat produktivitas yang optimal.

“Potensi ekonomi sawit rakyat sebenarnya sangat besar, tetapi belum termanfaatkan secara maksimal karena produktivitasnya masih rendah,” ujar Rahmad dalam diskusi mengenai peningkatan produktivitas sawit petani swadaya di Jakarta, Selasa (23/6).

Berdasarkan data yang dipaparkan, produktivitas kebun sawit rakyat pada 2025 berada di angka 3,18 ton per hektare. Capaian itu masih tertinggal dibandingkan perkebunan sawit yang dikelola negara sebesar 4,48 ton per hektare, serta perkebunan swasta yang mencapai 3,68 ton per hektare.

Kesenjangan hasil panen tersebut dinilai bukan sekadar persoalan teknis budidaya, tetapi berdampak langsung pada pendapatan petani, pasokan bahan baku sawit, hingga penerimaan ekonomi nasional. 

Selisih produktivitas sekitar 1 hingga 1,3 ton per hektare disebut telah berlangsung cukup lama dan terus berulang dari tahun ke tahun.

Salah satu faktor utama penyebab rendahnya produksi sawit rakyat adalah umur tanaman yang sudah terlalu tua. CIPS mencatat sekitar 2,4 juta hektare kebun sawit rakyat kini telah berusia lebih dari 25 tahun, atau sudah melewati masa produktif ideal.