Pekanbaru, elaeis.co - Saat tengah membersihkan lahan untuk perkebunan kelapa sawit, masyarakat menemukan bayi beruang madu di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Satwa bernama latin Helarctos Malayanus akhirnya diserahkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan dirawat di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Riau, yang merupakan kerjasama dengan Yayasan ARSARI Djojohadikusumo Pekanbaru.
Dokter Hewan Balai Besar KSDA Riau, Rini Deswita mengatakan satwa dilindungi itu berjenis kelamin jantan. Dimana diserahkan pada Senin (24/7) kemarin oleh masyarakat ke Bidang KSDA Wilayah I Rengat.
"Saat ini bayi beruang jantan dengan berat lebih kurang 760 gram dalam kondisi sehat dan sudah bisa minum susu, " kata Rini kepada elaeis.co, Rabu (25/7).
Saat ditemukan, kata Rini, bayi beruang tersebut tanpa ditemani induknya. Ia menduga bayi tersebut ditinggal oleh induknya tersebut.
"Kemudian anak beruang tersebut dibawa masyarakat ke rumahnya dan sempat dipeliharanya selama 1 bulan," ungkapnya.
Ketika ditemukan, kondisi anak beruang masih bayi dan belum buka mata. Sementara lokasi tempat penemuan itu merupakan habitat beruang dan satwa liar lainnya.
"Selanjutnya, terhadap bayi beruang madu ini akan kita lakukan perawatan sampai nantinya bisa dan layak untuk dilepasliarkan," tandas Rini.
Untuk diketahui, beruang madu merupakan salah satu jenis satwa dilindungi dan termasuk hewan langka dengan status konservasi dalam CITES (Convention on International Trade Endangered Species) kategori appendix 1. Yang artinya tidak boleh diperjualbelikan dan dilindungi sesuai Peraturan Menteri LHK nomor P.106 tahun 2018 tentang jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi.
Saat Membersihkan Lahan, Warga Temukan Bayi Beruang Madu dalam Kebun Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini