Berita / Nasional /
Mantap! 68 Daerah Berhasil Tekan Harga MINYAKITA di Bawah HET
MINYAKITA dijual di pasar tradisional. foto: ist.
Jakarta, elaeis.co – Kabar baik datang dari Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengumumkan bahwa sebanyak 68 kabupaten dan kota di Indonesia berhasil menurunkan harga MINYAKITA hingga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.
“Jumlah daerah yang harga MINYAKITA di bawah HET saat ini cukup banyak,” ujar Amalia dalam keterangannya dikutip Kamis (24/7).
Langkah ini tentu menjadi sinyal positif dalam upaya pengendalian inflasi pangan, terutama pada komoditas minyak goreng yang selama beberapa tahun terakhir kerap memicu lonjakan harga dan gejolak di masyarakat.
Penurunan harga ini menunjukkan bahwa koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pemangku kepentingan membuahkan hasil yang konkret.
Salah satu aktor penting di balik stabilisasi harga MINYAKITA adalah Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Lembaga ini secara konsisten menyuntikkan dukungan dana untuk program penyediaan minyak goreng rakyat, yang dikenal sebagai MINYAKITA, agar harganya tetap terjangkau oleh masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
Dari 68 daerah yang berhasil menurunkan harga MINYAKITA, 19 di antaranya berada di Pulau Jawa. Kabupaten Bantul, Kulon Progo, dan Kota Malang menjadi contoh sukses. Diikuti oleh Temanggung, Cilacap, Indramayu, Banyumas, Banjarnegara, Kendal, hingga Purworejo.
Sementara di luar Jawa, 49 daerah turut menunjukkan kinerja impresif. Kota Batam, Pare Pare, dan Aceh Besar masuk dalam daftar, bersama wilayah lain seperti Sindanreng Rappang, Majene, Polewali Mandar, Mamuju, Mamuju Tengah, hingga Kepulauan Mentawai.
Amalia menegaskan bahwa pencapaian ini perlu diapresiasi, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Ia juga mendorong agar wilayah lain bisa segera menyusul, mengingat stabilitas harga pangan adalah salah satu kunci utama dalam menekan angka inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
“Sinergi antar daerah dan pusat perlu terus diperkuat. Ini jadi momentum untuk menunjukkan bahwa kolaborasi bisa membawa hasil nyata,” tutup Amalia.
Dengan penurunan harga MINYAKITA di banyak daerah, masyarakat kini bisa sedikit bernapas lega. Harapannya, tren ini terus berlanjut, hingga seluruh pelosok Nusantara merasakan manfaat dari kebijakan stabilisasi harga yang berpihak pada rakyat.







Komentar Via Facebook :