Jakarta, elaeis.co - Beasiswa bagi anak petani yang disediakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dinilai masih kurang diminati. Hal ini disebabkan oleh sejumlah faktor. 

Menurut Muranizah Ibrahim, Analis Penyuluhan Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, dari hasil riset yang dilakukan pihaknya, alasan utamanya minimnya anak petani sawit yang berminat mendapatkan beasiswa tersebut adalah lantaran jurusan yang disediakan masih minim. 

"Jurusan yang tersedia membuat minat anak petani rendah. Selain itu jenjang pendidikan yang ditawarkan juga didominasi D1 dan D2. Sedangkan anak-anak ini minatnya itu S1," kata dia saat menjadi pemateri dalam webinar yang digelar secara virtual, Kamis (21/4) kemarin.

"Jadi kalau bisa pilihan jurusan yang ditawarkan juga bisa lebih diperbanyak lagi. Jenjang pendidikannya juga bisa lebih ditingkatkan lagi ke strata satu (S1)," ujarnya. 

Bukan cuma itu. Sosialisasi juga jadi kendala. Menurutnya penyebab lain masih kurangnya minat anak petani sawit terhadap beasiswa itu adalah kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh pihak BPDPKS. 

"Banyak anak petani yang tidak mendapatkan informasi beasiswa karena sosialisasi hanya dilakukan melalui media online," jelasnya.

Terkait hal ini, dia meminta agar sosialisasi yang dilakukan bisa lebih digencarkan lagi. Terutama, harus dilakukan di berbagai sekolah yang ada di daerah sentra sawit.

"Untuk informasi penerimaan beasiswa itu kalau bisa tidak hanya melalui online saja. Akan tetapi juga melalui instansi yang membidangi perkebunan di provinsi atau kabupaten, dan bisa juga melalui sekolah-sekolah. Sehingga anak-anak yang akan menempuh jenjang perkuliahan mengetahui informasi itu," ujarnya.