Jakarta, elaeis.co - Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Perkebunan Kementerian Perekonomian Moch Edy Yusuf mengungkapkan pentingnya pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. 

Dia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah juga terus didorong untuk semakin membudidayakan kelapa sawit berkelanjutan. Menurutnya, ini akan membantu keberlanjutan lingkungan untuk generasi yang akan datang. 

Hal ini diungkapkannya saat FGD Sawit Berkelanjutan bersama sejumlah asosiasi pekebun dan pengusaha kelapa sawit beberapa hari lalu.  

"Mengenai keberlanjutan itu untuk bekal anak cucu kita, praktik berkelanjutan itu harus terus menerus dilakukan, dan sustainability itu supaya kelapa sawit bisa terus berjaya," kata Eddy dilihat elaeis.co di situs resmi BPDPKS. 

Untuk mewujudkan sawit berkelanjutan itu, kata Eddy, pemerintah juga saat ini terus mendorong kebijakan Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB) yang tertuang di Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Tahun 2019-2024.

Kebijakan RAN-KSB ini, kata Eddy, telah membantu pemerintah untuk menyusun tata kelola kelapa sawit yang lebih baik, penerapan dari regulasi itu diantaranya dengan melakukan pelatihan dan training kepada pelaku sawit utamanya petani dalam menerapkan budidaya sawit yang ramah lingkungan.

"Kita juga tetap melakukan evaluasi dan monitoring dan melibatkan banyak stakeholder, baik itu petani, pelaku sawit dan 20 Pemerintah Provinsi penghasil sawit dalam memenuhi regulasi tersebut," ujarnya. 

Eddy mengatakan, pemerintah juga akan melakukan beberapa revisi pada regulasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Yang mana pada beleid tersebut akan dimasukan sektor hilir dan diperkuat dengan upaya kerjasama antara kementerian dan lembaga, termasuk menerapkan prinsip transparansi. 

"Saat ini pemerintah telah sadar bahwa jangan sampai kelapa sawit akan bernasib sama dengan komoditas rempah-rempah," pungkasnya.