Berita / Nasional /
Uji Coba Cangkang Sawit Sebagai Bahan Baku Pembangkit Listrik Sukses
PLN menggunakan biomassa sebagai bahan baku ppembangkit listrik. Foto: PLN
Pangkalpinang, elaeis.co – PT PLN Nusantara Power (NP), melakukan uji coba full-firing dengan bahan baku cangkang sawit di PLTU Air Anyir di Bangka Belitung. Uji coba di pembangkit berkapasitas 2 x 25 MW berlangsung selama 4 hari.
Direktur Operasi Pembangkit Batubara PLN Nusantara Power, Rachmanoe Indarto menjelaskan, biomassa berupa cangkang sawit dipakai sebagai bahan bakar pengganti parsial ke dalam boiler batubara eksisting tanpa modifikasi yang signifikan.
“Co-firing ini dilakukan untuk menghasilkan energi bersih sebagai bentuk dukungan perseroan terhadap percepatan target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) dan komitmen menuju zero karbon pada 2060,” jelasnya melalui keterangan resmi belum lama ini.
Dia menjelaskan, proses uji coba co-firing pada PLTU Air Anyir telah dilakukan secara bertahap mulai 5% pada 19 – 20 April 2022, dan dilanjutkan uji coba 25% pada 22 Oktober 2022. Setelah itu dilakukan uji coba 50%, 75%, dan terakhir 100% atau full-firing.
“Selama melakukan ujicoba co-firing dari 25% hingga 100%, total dibutuhkan sebanyak 1.000 ton cangkang sawit. Uji coba tersebut meningkatkan efisiensi unit hingga 10%, unit beroperasi aman dan normal,” imbuhnya.
Dia mengatakan, PT PLN NP sebagai pionir Co-firing di Indonesia terus berupaya untuk menerapkan inovasi ini termasuk penggunaan cangkang sawit yang produksinya sangat potensial.
Direktur Utama Aset Operator PJB Services, Teguh Widjayanto menambahkan, sebaran bahan baku cangkang sawit cukup banyak mulai dari Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Dari hasil produksi buah sawit, sebanyak 23% merupakan cangkang sawitnya.
“Produksi sawit di Indonesia juga terus mengalami peningkatan,” katanya.
Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), sepanjang 2019 produksi Palm Kernel Shell atau cangkang sawit mencapai 9,9 juta ton, pada 2020 mencapai 10,8 juta ton, pada 2021 mencapai 10,7 ton, dan pada 2022 sebanyak 11,3 juta ton. Hingga 2024 diproyeksikan produksi cangkang sawit akan mencapai 14,2 juta ton.







Komentar Via Facebook :