Jakarta, elaeis.co – Tren minyak sawit berkelanjutan semakin mendapat perhatian pasar dunia. Pada 2025, penjualan Minyak Sawit Berkelanjutan Bersertifikat RSPO (Certified Sustainable Palm Oil/CSPO) tercatat mencapai 16,2 juta metrik ton atau setara dengan 20 persen dari total pasokan minyak sawit global.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk sawit yang mengedepankan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola terus meningkat. Sertifikasi RSPO pun menjadi salah satu instrumen penting bagi industri sawit untuk memperluas akses ke pasar internasional.
Berdasarkan RSPO Impact Report 2026, kapasitas produksi CSPO dari produsen anggota RSPO saat ini mencapai 31,4 juta metrik ton. Angka tersebut menunjukkan peluang besar bagi minyak sawit berkelanjutan untuk tumbuh lebih luas, terutama seiring meningkatnya tuntutan konsumen global terhadap produk yang lebih ramah lingkungan.
CEO RSPO Joseph D’Cruz mengatakan, industri sawit berkelanjutan kini telah memasuki tahap baru. Fokus utama bukan lagi sekadar membuktikan bahwa sawit berkelanjutan dapat diterapkan, melainkan bagaimana memperluas penerapannya di berbagai pasar dunia.
"Dengan kapasitas anggota produsen kami yang mampu memasok hampir 40 persen dari permintaan global, kita tidak lagi mempertanyakan apakah minyak sawit berkelanjutan dapat diwujudkan, tetapi kini berfokus memperluas penerapannya di pasar global," ujarnya.
Menurutnya, minyak sawit berkelanjutan telah memberikan dampak nyata, mulai dari perlindungan lingkungan, pengurangan emisi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam rantai industri sawit.
Pertumbuhan pasar sawit berkelanjutan juga terlihat dari meningkatnya jumlah anggota RSPO. Saat ini, sebanyak 6.280 anggota dari 103 negara dan wilayah telah bergabung dalam organisasi tersebut.
Pertumbuhan keanggotaan terbesar terjadi di Tiongkok, Indonesia, dan Jepang. Hal ini mencerminkan semakin kuatnya kesadaran pasar Asia terhadap pentingnya produk sawit yang memenuhi standar keberlanjutan.
Selain itu, Amerika Latin menjadi salah satu kawasan dengan potensi besar. Anggota RSPO di wilayah tersebut menyumbang hampir 75 persen produksi minyak sawit regional, dengan 29,3 persen di antaranya telah bersertifikat RSPO pada 2024. Afrika juga mencatat pertumbuhan pasokan CSPO yang signifikan hingga 46,23 persen.
Di sisi lingkungan, laporan RSPO mencatat anggota organisasi tersebut telah melindungi 551.637 hektare kawasan penting, termasuk kawasan bernilai konservasi tinggi, kawasan stok karbon tinggi, dan lahan gambut.
Sawit Ramah Lingkungan Makin Diburu Dunia, Sertifikasi RSPO Jadi Kunci Rebut Pasar Global
Diskusi pembaca untuk berita ini