Manado, elaeis.co - Pemerintah pusat akan menjaga komunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar bapok, khususnya Minyakita di distributor sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Demikian dikatakan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga saat melakukan pemantauan ketersediaan dan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Bahu, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (30/4).
Dengan demikian, menurut Wamendag, para pedagang dapat menjual Minyakita dengan harga sebesar Rp14.000/liter kepada masyarakat.
"Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk menambah pasokan Minyakita secara nasional menjadi 450 ribu ton per bulan dari sebelumnya 300 ribu ton per bulan," tambahnya, dilansir website resmi Kemendag.
Dikatakan, Kemendag akan terus melakukan pemantauan atas ketersediaan dan kelancaran pasokan Minyakita di tingkat distributor dan agen.
Saat melakukan pemantauan, Wamendag Jerry Sambuaga didampingi oleh Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Manado, Hendrik Waroka.
Wamendag Jerry berkesempatan berdialog dengan para pedagang di Pasar Bahu. Wamendag mengungkapkan, ketersediaan dan harga bapok di Kota Manado aman dan relatif stabil.
Wamendag menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Manado beserta jajaran dan pemangku kepentingan lainnya yang telah berhasil menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga bapok.
Adapun perkembangan harga bapok di Pasar Bahu, Kota Manado, antara lain beras premium Rp13.000--14.000/kg, gula pasir Rp15.000/kg, minyak curah Rp17.000/liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp20.000--21.000/liter.
Sementara itu, telur ayam ras Rp26.000/kg, cabai rawit merah Rp40.000/kg, cabai merah keriting Rp30.000--40.000/kg, bawang merah Rp45.000--50.000/kg, bawang putih honan Rp40.000/kg, dan tepung terigu Rp13.500.
Pemerintah akan Terus Pantau Ketersediaan Minyakita di Tingkat Distributor dan Agen
Diskusi pembaca untuk berita ini