Kendari, elaeis.co - Ketua DPW Apkasindo Sultra, Fauzi Sadinur, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluarkan kebijakan terkait harga kelapa sawit. Fauzi menilai harga hasil kebun petani di wilayah itu sangat rendah.
"Saat ini kita butuh regulasi yang mengatur harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Sebab harga TBS di wilayah kita sangat rendah, bahkan menjadi paling rendah ketimbang provinsi lain," ujarnya kepada elaeis.co, Jumat (4/7).
Ceritanya, harga kelapa sawit di Bumi Anoa itu hanya dibandrol Rp1.650/kg. Padahal daerah lain sudah menyentuh Rp2.500/kg, seperti di Sumbar dan Riau.
"Jika ada regulasi atau pergub, besar kemungkinan akan memperbaiki harga di Sultra ini. Bahkan dapat mengangkat kesejahteraan petani," ujarnya.
Disamping itu, program kelembagaan dan kemitraan antara petani dan perusahaan perlu dikuatkan. Agar rantai pasok penjualan kelapa sawit pendek. Sehingga tidak banyak biaya yang dikeluarkan oleh petani.
"Dengan begitu, maka hasil kebun lebih dinikmati oleh petani. Kemudian perusahan juga wajib mengikuti Permentan dan regulasi yang ada," tandasnya.
Harga Selalu Rendah, Petani di Sultra Minta Pemprov Terbitkan Regulasi TBS Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini