"Biasanya ada 60 truk yang mengantar cangkang ke sini, tapi ini bisa 30 truk saja. Itu pun sudah banyak," tutur Ali.
Ali berharap, permasalahan langkanya solar subsidi ini dapat segera diselesaikan. Pasalnya tidak hanya berdampak pada pelaku usaha cangkang kelapa sawi namun juga pada
batu bara.
"Harus ada penyelesaian masalah ini, karena dampaknya tidak hanya di kita saja, tapi juga di batu bara," ujarnya.
Namun permasalahan langkanya solar ini dibantah oleh Area Manager Communication Relations & CSR Sumbagsel PT Pertamina Patra Niaga, Tjahyo Nikho Indrawan.
Ia mengatakan bahwa solar subsidi tidak langka di Bengkulu, hanya saja penyaluran dibatasi agar kuota solar Provinsi Bengkulu cukup hingga akhir tahun 2023.
"Penyalurannya dibatasi agar kuotanya cukup sampai akhir tahun," singkatnya.
Ekspor Cangkang Sawit 2023 Menurun di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu
Diskusi pembaca untuk berita ini