https://www.elaeis.co

Berita / Bisnis /

Ekspor Cangkang Sawit 2023 Menurun di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu

Ekspor Cangkang Sawit 2023 Menurun di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu

Ilustrasi - aktivitas bongkar cangkang sawit. (AntaraFOTO)


Bengkulu, elaeis.co - Kegiatan ekspor cangkang sawit melalui Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu menurun sekitar 85 persen tahun ini dibanding 2022.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Ir Win Rizal mengatakan, penurunan itu diperkirakan akibat sulitnya perusahaan memindahkan cangkang sawit ke kapal pengangkut. Ini dikarenakan karena masih sulitnya memperoleh BBM jenis solar di Bengkulu.

"Sepertinya karena itu jadi penyebab ekspor cangkang masih belum maksimal tahun ini," kata Win, kemarin.

Perkiraan Kepala BPS Bengkulu ini ternyata dibenarkan Penanggung Jawab PT Inti Persada, Ali Akbar bahwa teruk mengangkut cangkang sangat sulit memperoleh solar hingga menyebabkan angkutan ke atas tongkang terhambat.

"Hingga saat ini baru sekitar 70 persen atau 8.500 ton cangkang yang bisa diangkut," kata Ali.

Ali mengatakan, mestinya dalam bulan ini pihaknya sudah melakukan pengiriman sebanyak 8.500 ton cangkang ke Thailand. Namun, karena angkutan truk yang tidak ada, menyebabkan pengiriman
harus ditunda beberapa hari sampai seluruh cangkang bisa diangkut ke kapal tongkang di Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu.

"Biasanya truk standby disini, tapi karena mereka sulit dapat solar, banyak dari mereka standby di SPBU menunggu giliran dapat solar subsidi," ujar Ali.

Selain permasalahan angkutan cangkang sawit ke kapal tongkang, Ali mengaku, banyak cangkang di pabrik kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, dan Mukomuko tidak bisa dibawa ke Stockpile di Pelabuhan Pulau Baai. Bahkan saat ini hanya sekitar 30 truk yang bisa membawa cangkang atau mengalami penurunan dibandingkan sebelum solar langka.

 

"Biasanya ada 60 truk yang mengantar cangkang ke sini, tapi ini bisa 30 truk saja. Itu pun sudah banyak," tutur Ali.

Ali berharap, permasalahan langkanya solar subsidi ini dapat segera diselesaikan. Pasalnya tidak hanya berdampak pada pelaku usaha cangkang kelapa sawi namun juga pada
batu bara.

"Harus ada penyelesaian masalah ini, karena dampaknya tidak hanya di kita saja, tapi juga di batu bara," ujarnya.

Namun permasalahan langkanya solar ini dibantah oleh Area Manager Communication Relations & CSR Sumbagsel PT Pertamina Patra Niaga, Tjahyo Nikho Indrawan.

Ia mengatakan bahwa solar subsidi tidak langka di Bengkulu, hanya saja penyaluran dibatasi agar kuota solar Provinsi Bengkulu cukup hingga akhir tahun 2023.

"Penyalurannya dibatasi agar kuotanya cukup sampai akhir tahun," singkatnya.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :