Papua, elaeis.co - Seluas 400 ribu hektar kebun kelapa sawit direncanakan dibangun PT Agrinas Palma Nusantara. Ini merupakan mandat Kementrian Pertanian

Kebun tersebut rencananya akan dibangun pada lahan hasil sitaan khususnya di wilayah Provinsi Papua Selatan. Dimana lahan sitaan di Papua Selatan sebanyak 250 ribu merupakan kebun kelapa sawit dan selebihnya lahan konservasi dan cagar alam.

Menanggapi rencana tersebut, Sekretaris Apkasindo Papua R Yonas Rahaningmas berharap pengembangan kebun kelapa sawit itu berdampak positif terhadap masyarakat setempat. Bahkan melibatkan petani yang ada.

"Harapan kita tentu bermanfaat bagi masyarakat. Baik dari segi ekonominya maupun perkembangan daerahnya," ujarnya saat berbincang bersama elaeis.co, Senin (13/7).

Menurutnya jika memang pembangunan pada lahan sitaan berarti memang pemerintah yang menjalankan. Namun Ia berharap pemerintah juga harus tetap ingat bahwa pembangunan kebun selayaknya untuk menunjang ekonomi masyarakat sekitar.

Kemudian Ia mengingatkan, Papua masih sangat kental dengan masalah hak ulayat. Bahkan ini menjadi salah satu indikator keberhasilan proyek atau pekerjaan di Papua. Untuk itu Ia menyarankan agar jalinan komunikasi dengan masyarakat terjaga baik.

"Tanah di Papua ini, adalah milik bersama dalam Marga atau Keret. Artinya tidak bisa hanya berkoordinasi atau berhubungan dengan ondoawi, atau kepala suku. Harus melalui prosedur dan tatanan adat istiadat daerah setempat. Tujuannya supaya tidak ada persoalan di kemudian hari, ketika pekerjaan dimulai," jelasnya.

Kondisi ini pada umumnya terjadi di Papua termasuk Papua Selatan yang menjadi sasaran pembangun kebun kelapa sawit tadi. "Sebetulnya ini langkah bagus sebab Papua Selatan baru dimekarkan beberapa tahun ini. Artinya jika masyarakat dilibatkan maka perekonomian membaik, pembangun daerah juga bertumbuh," tandasnya.