Mamuju, elaeis.co - Beberapa waktu belakangan ini, pengangkutan tandan buah segar kelapa sawit di wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) terganggu. Dimana antrian panjang sering terjadi dihampir semua PKS yang beroperasi di provinsi tersebut.
Tak tanggung- tanggung, antrian angkutan TBS di PKS tadi bisa memakan waktu hingga 4 hari. Akibatnya, kualitas TBS petani menurun dan harga anjlok lebih rendah.
Kondisi ini diklaim membuat rugi petani kelapa sawit di Provinsi tersebut. Bahkan petani juga merasa geram lantaran seringnya antrian panjang tadi di PKS.
"Muncul berbagai alasan dari perusahaan terkait antrian itu. Pertama karena kerusakan mesin operasional yang terjadi serentak di seluruh PKS yang ada. Akibatnya operasional berhenti dan tbs sawit menumpuk," ujar Ketua Aspek-Pir Sulbar, Budhi Yanto kepada elaeis.co, Minggu (17/5).
Menurut Budhi alasan kerusakan itu seharusnya segera dilakukan pengecekan oleh pihak yang berwenang. Misalnya dinas perkebunan ataupun dari pihak kepolisian.
"Ini aneh, PKS berhenti operasional beberapa saat dan serentak terjadi pada seluruh PKS yang ada. Ini aneh menurut saya," cetusnya.
Kemudian, jika antrian ini akibat panen raya juga tidak terbukti. Saat ini kata Budhi justru produksi kebun sedang mengalami penurunan.
Kemudian, belakang muncul alasan baru yakni operasional melambat lantaran penampungan CPO yang membludak dan penuh. Budhi mengaku ini juga alasan yang tidak masuk akal. Sebab saat ini harga CPO cenderung tinggi.
"Lucunya, harga CPO tinggi tapi di PKS CPO justru membludak. Ini tidak masuk akal," sambungnya.
Sejatinya kata Budhi, antrian panjang tersebut terjadi usai petani melakukan protes di wilayah Pasang Kayu beberapa waktu lalu. Pasca demo itu, PKS kemudian serentak tidak membeli TBS, akibatnya saat ini mengalami penumpukan.
Ia menduga, ini hanya permainan semata agar harga TBS petani dapat dibeli dengan harga rendah. Contohnya saja, saat ini harga penetapan diatas angka Rp3.000/kg. Tapi TBS petani plasma hanya di beli Rp2.550/kg. Ini juga belum termasuk potongan beberapa persen.
"Saat ini kita sedang koordinasi dengan anggota yang lain. Rencananya kita akan kembali layangkan protes," paparnya.
Terjadi Antrean Panjang di PKS, Petani Sulbar Geram
Diskusi pembaca untuk berita ini