Jakarta, elaeis.co – Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mulai memperketat pengawasan ekspor sejumlah komoditas strategis Indonesia.
CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, pengawasan saat ini diprioritaskan pada tiga komoditas dengan nilai ekspor besar, yakni batubara, minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan turunannya, serta ferro alloy.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan transparansi perdagangan ekspor sekaligus menutup celah yang berpotensi mengurangi penerimaan negara.
Rosan mengatakan, DSI untuk sementara masih fokus pada tiga komoditas tersebut. Namun, cakupan pengawasan akan diperluas secara bertahap ke komoditas lainnya.
"Nantinya pasti ada. Sekarang ini baru tiga dulu karena yang tiga itu adalah yang utama, yang paling besar," ujar Rosan.
Menurut Rosan, nilai ekspor menjadi salah satu alasan tiga komoditas tersebut mendapat prioritas. Ekspor batubara disebut mencapai sekitar US$30 miliar. Sementara ekspor CPO dan produk turunannya berada di kisaran US$20 miliar hingga US$24 miliar.
"Kalau kita lihat dari batubara kan US$30 miliar, kemudian dari CPO dan turunannya US$20 sampai US$24 miliar, kemudian yang lainnya ferro alloy," katanya.
Rosan Bongkar Gebrakan DSI: Ekspor CPO dan Batu Bara Diawasi, Celah Under Invoicing Diburu
Diskusi pembaca untuk berita ini