Jambi, elaeis.co - Pabrik kelapa sawit (PKS) tanpa kebin masih menjadi perbincangan hangat di sektor industri kelapa sawit. Pro kontra lahir dengan hadirnya PKS komersial ini.

Sebagian petani menilai, PKS tanpa kebun justru dinilai menjadi penyelemat petani kelapa sawit, khususnya bagi petani swadaya. "PKS tanpa kebun ini jadi solusi bagi serapan TBS kelapa sawit petani swadaya," ujar Dermawan Harry Oetomo selaku pengurus DPP Apkasindo, kepada elaeis.co Minggu (7/6)

Dari pengamatannya, banyak PKS komersil hadir ditengah masyarakat yang jauh dari lokasi PKS-PKS konvensional yang sudah memiliki petani sawit eks-plasma dengan luasan areal yang pasti. Kebanyakan petani daerah ini kesulitan untuk menjual hasil kebunnya. Bahkan cenderung dibebani dengan ongkos transportasi yang tidak murah.

"Makanya petani yang jauh dari PKS pendapatannya tidak terjamin. Kemudian dengan hadirnya PKS komersil itu membuat pendapatan petani membaik terlepas dari bicara kualitas TBS yang dikirimkan ke PKS-PKS," terang Dermawan.

Sejauh pengetahuannya, harga yang ditawarkan PKS komersil ini juga cenderung mendekati harga PKS konvensional. Meski masih dibawah namun masih dibatas wajar.

Harusnya sebagian pihak korporasi pemilik PKS-PKS Konvensional tidak perlu berpikir negatif jika memahami akan UU No.5/1999 Tentang Larangan Monopoli Dan Praktek Persaingan Usaha Tidak Sehat .

"Sementara untuk bermitra dengan PKS konvensional juga sulit, banyak sekali persyaratan yang harus dipenuhi petani," tutupnya.