https://www.elaeis.co

Berita / PSR /

Pasca PSR, Petani Butuh Dukungan Sarpras Terutama Pupuk

Pasca PSR, Petani Butuh Dukungan Sarpras Terutama Pupuk

Ketua Asosiasi APKASINDO Kabupaten  Sijunjung , Bagus Budi Antoro


Sijunjung, elaeis.co - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dinilai cukup berjalan maksimal. Bahkan produksi diperkirakan akan meningkat beberapa waktu belakangan, lantaran kebun PSR mulai berproduksi.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesian (APKASINDO) Kabupaten  Sinjunjung Sumatera Barat , Bagus Budi Antoro mengatakan di wilayahnya tidak sedikit kebun PSR dari BPDP, sudah mulai bisa dipanen petani. Ini tentu berdampak pada peningkatan produktifitas kebun kelapa sawit di Ranah Minang itu secara keseluruhan.

"Bisa jadi peningkatan hasil kebun kelapa sawit se-Sumbar dapat diatas 2,3 Juta ton/tahun  nantinya. Dimana luas perkebunan kelapa sawit di Sumbar mencapai 854.419 hektar pada tahun 2022. Kemungkinan saat ini luasanya juga bertambah," ujarnya kepada elaeis.co, Senin (19/1).

Meski begitu menurut Bagus, kebun PSR tersebut masih perlu dukungan sarana dan prasarana. Sebab kebun PSR tahap 1 dan 2 tersebut dulunya masih dibangun dengan dana hibah sebesar Rp30 juta /hektar. Artinya petani masih harus keluarkan dana pribadi untuk mencukupi biaya lanjutan peremajaan hingga tahap tanaman Menghasilkan tahun 1.

"Petani butuh dukungan pupuk, dimana kebutuhan pupuk dapat memangkas anggaran sebesar 30% sendiri dari biaya perawatan seluruhnya. Nah jika kebutuhan ini tercukupi tidak kecil kemungkinan jumlah produksi meningkat kembali," terangnya.

Bagus berharap, BPDP mempermudah pengurusan dan pengajuan bantuan sarana dan prasarana (Sarpras) bagi petani terutama dalam pengajuan pupuk tadi. "Mau tidak mau BPDP dan pemerintah harus hadir untuk membantu pupuk petani perkebunan rakyat," pungkasnya.


 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :