Seruyan, elaeis.co - Konflik antara masyarakat dan perusahaan di Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kaliman Tengah, dipicu lantaran acuhnya pemerintah dan PT PT Bangun Jaya Alam Permai (BJAP).
Masyarakat tersebut merupakan suku Dayak yang juga akrab disapa orang pinggir sungai di wilayah tersebut. Diketahui masyarakat menuntut haknya yakni pembangunan kebun plasma seluas 20% dari total luas kebun milik perusahaan tersebut. Namun tuntutan itu tak kunjung dipenuhi perusahaan meski telah beroperasi puluhan tahun di wilayah tersebut.
Belakangan di tengah panasnya suasana antara masyarakat dan perusahaan, justru muncul isu kecemburuan sosial dalam konflik itu. Suku Dayak yang tak lain adalah warga pribumi Seruyan merasa dianaktirikan oleh pemerintah. Tak seperti warga transmigrasi yang mayoritas merupakan suku Jawa.
"Potensi perang suku yakni suku Dayak dan Jawa ada awalnya. Namun syukur bisa kita redam," ujar Ketua Aspek-PIR Kalteng, Yusroh Fataqin, saat berbincang bersama elaeis.co, Selasa (18/7).
Ujar pria keturunan suku Dayak dan Jawa ini, masyarakat pribumi selalu kesulitan jika harus berurusan dengan kepemerintahan. Seperti misalnya pengurusan sertifikat lahan. Sedangkan mereka melihat warga transmigrasi justru mendapat layanan lebih dari program di era Soeharto itu.
"Untuk mengurus sertifikat lahan bagi mereka sangat sulit. Alhasil masyarakat pribumi hanya bisa menjual lahan dengan harga yang rendah pula. Mereka juga awam dengan perbankan. Untuk itu kita minta pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk memfasilitasi demi kelangsungan kehidupan masyarakat," pintanya.
Bukan tanpa usaha, Yusroh dengan Aspek-PIR-nya telah melobi sejumlah perusahaan agar mau menjadi memfasilitasi kebun kelapa sawit bagi masyarakat. Namun hingga saat ini usaha itu justru tidak dilirik perusahaan. Padahal, katanya, ada 34 perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Seruyan itu.
"Kita berharap permasalahan ini segera mendapatkan solusi. Sehingga antara masyarakat, pemerintah dan perusahaan kembali harmonis," tandasnya.
Ketua Aspek-PIR Kalteng Desak Pemerintah Hadir untuk Mencari Solusi dari Persoalan di Seruyan
Diskusi pembaca untuk berita ini