Aceh, elaeis.co - Sebagian petani kelapa sawit di Provinsi Aceh, menjual tandan buah segar (TBS) kelapa sawitnya hingga ke provinsi Sumatera Utara (Sumut). Hal ini terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang yang memang berbatasan langsung dengan Kabupaten Langkat.

Biasanya petani menjual TBS kelapa sawitnya di Kecamatan Brandan dan Kecamatan Gebang.

"Memang benar, sebagian petani menjualnya keluar Aceh. Namun hanya sebagian kecil, kuantitasnya sangat kecil," terang Ketua Apkasindo Aceh, Netap Ginting saat berbincang dengan elaeis.co, Minggu (7/6).

Selain selisih harga, salah satu faktor petani memilih menjual ke wilayah Sumut lantaran kebun petani lebih dekat dengan PKS yang ada di wilayah itu. Sehingga petani memilih menjual hasil kebunnya di Kabupaten Langkat itu untuk menekan biaya angkut produksi.

Terkait harga, kelapa sawit di Aceh cenderung stabil periode ini. Harga tertinggi untuk kebun plasma dibeli sebesar Rp 3.391/kg. Sementara untuk mitra  swadaya harganya Rp3.117/kg.

"Selisih harga di Kebun petani sawit dengan PKS  Rp 100-Rp 250/kg. Ini tergantung jarak tempuh dari kebun petani sawit ke PKS. Karna jarak tempuh mempengaruhi ongkos truk," terangnya.

Sementara ketidakseragaman harga kata Netap, selain dipengaruhi petani mitra atau swadaya, juga difaktori akan kualitas atau mutu TBS yang dibawa petani.