https://www.elaeis.co

Berita / Sumatera /

Daerah Ini, Pabrik Masih Seenaknya Bikin Harga Sawit Petani

Daerah Ini, Pabrik Masih Seenaknya Bikin Harga Sawit Petani

Ilustrasi-petani kelapa sawit. (Syahrul/Elaeis)


Jambi, elaeis.co - Bukan pasrah, petani Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi kini hanya bisa menerima kenyataan bahwa harga kelapa sawit tidak berpatokan terhadap penetapan pemerintah. 

Hal ini disampaikan Ketua DPD APKASINDO Bungo, Suryanto. Bahkan Suryanto mengaku sudah tiga kali memberitahukan hal ini ke pemerintah pusat, namun belum ada tindakan.

Harga TBS yang diterapkan pabrik di daerahnya hanya berpatokan dengan harga pasar. Bukan dari Pergub ataupun penetapan dinas perkebunan yang kini harganya sudah mencapai Rp 2.412,53/kg.

"Baik itu mitra maupun petani swadaya. Semuanya mengikuti harga pasar. Untung kalau lebih tinggi, ini di bawah harga penetapan terus," rutuknya kepada elaeis.co, Sabtu (24/9).

Ia mengatakan, kini harga TBS sawit hasil kebun petani hanya dihargai sekitar Rp1.750-1.780/kg. "Memang ada juga PKS yang mengikuti harga penetapan. Namun itu dilakukan sesuai dengan kuota yang dibutuhkannya saja," bebernya.

Dengan harga di bawah Rp2 ribuan per kilogram, tentu petani boleh dibilang belum dapat menikmati hasil kebunnya. Terlebih harga bahan bakar minyak (BBM) juga sudah dinaikkan oleh pemerintah.

Bagi masyarakat di sana, tepatnya di Kecamatan Pelepat Ilir, kenaikan harga BBM ini sangat terasa. Sebab di sana belum ada SPBU. Pertamina menyalurkan BBM hanya kepada agen saja.

"Eceran jelas harganya lebih tinggi. Bisa sampai Rp14.000/liter untuk pertalite. Untuk solar sangat langka. Kalau mau ke SPBU, jaraknya 48 km. Tentu memakan waktu," ujarnya.

Naiknya harga BBM ini tentu berdampak terhadap lonjakan biaya angkut TBS. "Kita berharap kalaupun harga BBM tidak bisa diturunkan, pemerintah perhatikanlah harga TBS sesuai penetapan. Sehingga petani tidak terlalu menjerit," tandasnya.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :