Mamuju, elaeis.co - Antrian angkutan kelapa sawit masih terjadi di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Salah satunya di wilayah Mamuju Tengah.

Dampak antrian angkutan di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) itu membuat petani merugi. Lantaran TBS kelapa sawit yang dijualnya mengalami penurunan kualitas hingga terancam busuk.

Dengan begitu, petani terpaksa memilih untuk melakukan penundaan panen untuk memperkecil kerugian.

"Yang kita dengar bahwa CPO di pabrik tersebut penuh, sehingga aktivitas produksi diperlambat. Sehingga pembelian juga tidak terlalu banyak. Akibatnya terjadi antrean," ujar Ketua Aspek-Pir Sulbar, Budi Yanto kepada elaeis.co, Senin (13/7).

Bukan hanya itu, kata Budi antrian itu juga berdampak pada harga kelapa sawit. Di tengkulak atau pengepul sawit, harganya selisih Rp500-Rp609/kg dari harga PKS.

"Kita belum tau bagaimana pemerintah mengurai permasalahan ini. Yang pasti kita berharap ada terobosan agar tata kelola perkebunan kelapa sawit di Sulbar membaik sehingga petani lebih sejahtera," tuturnya 

"Kalau begini terus maka kualitas CPO yang dihasilkan juga akan rendah. Jika CPO rendah maka akan kembali berdampak pada harga kelapa sawit," sambungnya.