Jakarta, elaeis.co – Program pencampuran biodiesel 50 persen atau Biosolar B50 memasuki tahap baru dengan dukungan teknologi digital.
PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) yang merupakan bagian dari ekosistem Pertamina, mulai menyalurkan Biosolar Industri B50 sekaligus memperkuat pengawasan distribusi energi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Penyaluran perdana Biosolar Industri B50 dilakukan dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal Pulau Laut, Kalimantan Selatan.
Langkah ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan energi domestik serta memperkuat ketahanan energi nasional.
Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Doni Indrawan mengatakan, perusahaan memastikan distribusi energi berjalan dengan sistem yang andal, sumber daya manusia yang kompeten, serta dukungan teknologi yang terus berkembang.
“Connecting Your Energy merupakan komitmen kami untuk terus menghubungkan energi dengan setiap aktivitas yang menggerakkan Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa di balik setiap energi yang tersalurkan, terdapat sistem yang andal, sumber daya manusia yang kompeten, teknologi yang terus berkembang, serta tanggung jawab untuk menjaga keselamatan dan keberlanjutan,” ujar Doni dalam keterangannya, Minggu (12/7).
Untuk menjaga keamanan dan keandalan distribusi Biosolar B50, Elnusa Petrofin mengembangkan sistem pemantauan berbasis AI melalui teknologi Road Traffic Control (RTC).
Sistem tersebut memanfaatkan teknologi Global Positioning System (GPS) dan kamera berbasis AI untuk mengawasi armada distribusi secara real time. Teknologi ini mampu memantau lokasi kendaraan, kondisi pengemudi, kepatuhan terhadap batas kecepatan, hingga mendeteksi potensi penyimpangan jalur distribusi.
Tak hanya itu, perusahaan juga mengembangkan Remote Asset Daily Activity Recorder (RADAR). Teknologi ini digunakan untuk memantau aktivitas operasional sekaligus menjaga integritas aset, terutama di wilayah terpencil atau area yang membutuhkan pengawasan lebih ketat.
Penerapan teknologi digital tersebut menjadi strategi Elnusa Petrofin dalam meningkatkan operational excellence sekaligus memperkuat standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam seluruh aktivitas distribusi energi.
Penggunaan AI dalam rantai distribusi energi dinilai menjadi langkah penting mengingat Biosolar B50 merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil impor dan meningkatkan pemanfaatan bahan bakar berbasis sumber daya dalam negeri.
Distribusi Biosolar B50 Kini Dijaga AI, Anak Usaha Pertamina Ungkap Teknologi Rahasianya
Diskusi pembaca untuk berita ini