SURAKARTA, elaeis.co - Ajang lomba berupa program riset berbasis kelapa sawit yang digelar oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ternyata manjur dan memiliki dampak positif, termasuk bagi dunia kesehatan.

Hal ini ditandai dengan keberhasilan para mahasiswa yang juga periset dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, yang merupakan peserta program riset BPDPKS, dalam menemukan resep pengobatan untuk penyakit kanker.

Proses riset ini, seperti dikutip elaeis.co dari laman RRI, Rabu (28/8/2024), dilakukan para mahasiswa dari program studi (Prodi) Kimia Murni, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

Kelompok periset itu diketuai oleh Citra Apriliana dengan empat anggota, yaitu  Qosrul Karimah, Husna Habib Musthofa, Rofi'atussa'adah, dan Valentina Kusumaningrum.  

Mereka dibimbing oleh  para dosen pembimbing mereka, yaitu Prof. Dr. rer. Nat. Witri  Wahyu Lestari, S.Si., M.Sc. dan Dr. rer.nat. Fajar Rakhman Wibowo S.Si, M.Si.

Para mahasiswa UNS tersebut berupaya  menemukan solusi inovatif untuk pengobatan kanker melalui metode pengembangan sistem pengiriman obat (drug delivery system) yang memanfaatkan limbah sawit berupa tandan kosong (tankos).

Dari proses penelitian terbaru itu menunjukkan adanya potensi besar carboxymenthyl cellulose (CMC) dari selulosa dalam bidang medis, khususnya dalam pengobatan kanker kolon. 

Ketua tim peneliti Citra Apriliana mengatakan, riset yang dilakukan oleh tim peneliti dari UNS ini memfokuskan pada pemanfaatan CMC turunan selulosa, sebagai bahan dasar untuk sistem penghantaran obat (drug delivery system) yang inovatif.