Tanjung Redeb, elaeis.co - Setelah rusak bertahun-tahun, jembatan Talisayan yang merupakan akses jalan antar kecamatan dan kampung di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, akhirnya diperbaiki.
Sehubungan dengan perbaikan jembatan tersebut, maka Pemkab Berau mempersiapkan beberapa jalan alternatif yang tidak mengganggu aktifitas warga. Namun mengingat kondisi keuangan yang terbilang minim, Pemkab Berau meminta dukungan dari beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di daerah pesisir tersebut.
Terkait dengan hal itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, didampingi Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Andini, menggelar rapat koordinasi membahas rencana jalan alternatif selama perbaikan jembatan Talisayan berlangsung. Beberapa perwakilan perusahaan diundang ke rapat tersebut.
Salah satu jalan alternatif yang disiapkan adalah jalan poros yang menghubungkan kawasan Talisayan ke Kecamatan Biatan. Namun jalan alternatif ini butuh perbaikan karena ada sekitar 30 titik di jalan tersebut yang rusak.
Staf Dinas PUPR Berau, Juniadi mengatakan, perbaikan jembatan Talisayan sudah sejak lama ditunggu masyarakat, namun baru tahun 2022 ini tersedia anggarannya.
Terkait perbaikan jalan alternatif tersebut, Junaidi memperkirakan dibutuhkan material sirtu setidaknya 200 kubik dan BBM solar 7 drum.
“Kerusakan jalan ini tidak hanya berdampak terhadap aktivitas warga saja, tetapi juga perusahaan. Salah satunya adalah mengurangi tonase. Makanya dibutuhkan perbaikan. Kalau kami dari Dinas PUPR siap mengerjakan. Andai hari ini ada materialnya, hari ini juga kami kerjakan,” jelasnya melalui keterangan resmi Diskominfo Berau.
Perusahaan Perkebunan Dikumpulkan, Diminta Urunan Perbaiki Jalan
Diskusi pembaca untuk berita ini