Medan, elaeis.co – Transportasi kereta api semakin menunjukkan peran penting dalam rantai pasok industri kelapa sawit di Indonesia. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat, angkutan Crude Palm Oil (CPO) pada April 2026 mencapai 9.855 ton, atau hampir menyentuh 9.800 ton per bulan.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan sekitar 38 persen dibandingkan Maret 2026 yang hanya tercatat 7.125 ton. Lonjakan ini menegaskan bahwa kereta api kini menjadi salah satu tulang punggung distribusi komoditas sawit di Sumatera Utara.

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan peningkatan ini tidak lepas dari kebutuhan industri sawit yang terus tumbuh serta efisiensi distribusi dari pabrik menuju pelabuhan dan kawasan industri.

“Capaian ini memperkuat peran strategis kereta api dalam mendukung rantai pasok sawit, khususnya dari PKS menuju Pelabuhan Belawan, Kuala Tanjung, hingga KEK Sei Mangkei,” ujarnya di Medan.

Sumatera Utara sendiri merupakan salah satu sentra kelapa sawit terbesar di Indonesia dengan luas perkebunan mencapai sekitar 1,36 juta hektare. Produksi dari wilayah seperti Langkat, Deli Serdang, hingga Labuhan Batu Raya menjadi penopang utama industri ini.