Aceh, elaeis.co - Harga kelapa sawit di Provinsi Aceh sempat amblas hingga Rp1.000/kg usai lahirnya PEraturan Presiden (PP) mengenai ekspor satu pintu melalui BUMN. Kondisi tersebut sempat membuat petani gelisah lantaran pendapatan turun drastis.

"Petani sempat merasakan harga kelapa sawit miliknya dibeli dengan harga sangat rendah usai pidato Pak Presiden tentang ekspor itu. Tentu regulasi itu cukup buat petani kaget karena langsung berdampak pada harga jual sawit," ujar Ketua Apkasindo Aceh, Netap Ginting kepada elaeis.co, Minggu (7/6) kemarin.

Beruntungnya, setalah ada pembahasan yang dipimoin Wamentan bersama asosiasi petani dan pengusaha kelapa sawit seperti Gapki, Apkasindo, Aspek-pir, Samade, Popsi, SPKS dan sebagainya, tercapai Kesempatan untuk menormalkan kembali harga TBS di tingkat petani. Alhasil saat ini harga sawit di Aceh kembali membaik.

"Saat ini pembelian sudah kembali berpatokan pada harga penetapan Disbun Aceh," imbuhnya.

Untuk mitra plasma, harga sawit di Aceh Timur paking tinggi sebesar Rp3.391/kg. Sedangkan untuk Aceh Barat dibeli Rp3.333/kg.

Kemudian untuk harga sawit mitra swadaya, paling tinggi di Aceh Timur sebesar Rp3.117/kg dan untuk Aceh Barat Rp3.064/kg. 

"Harga ini berlaku hingga 16 Juni 2026 mendatang. Kita berharap harga ini terus stabil. Sehingga kesejahteraan petani semakin terwujud," tandasnya.