Pasaman Barat, elaeis.co - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apksindo) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Syafridal, mengaku pelaksanaan program peremajaan sawit rakyat (PSR) disambut antusias oleh para petani sawit di daerah itu.
"Ya, para petani menyambut dengan baik," kata Syafridal kepada elaeis.co, Rabu (1/3). "Siapa pula petani yang tak mau kebunnya diremajakan, yang pasti akan berdampak pada hasil," tambahnya.
Bahkan sepanjang pantauannya, menurut Syafridal yang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pasbar itu, petani sawit tidak keberatan dengan alokasi dana Rp30 juta/hektar untuk PSR itu. "Alokasi dana sebanyak itu 'kan sudah ada hitung-hitungnya," dalih Syafridal.
Antusiasme masyarakat untuk ikut program PSR di Pasbar makin tinggi, menurut Syafridal, setelah beberapa persyaratannya dipermudah. "Kalau dulu untuk bisa ikut harus dilampiri sertifikat hak milik, belakangan cukup dengan menyertakan surat keterangan kepala desa," imbuhnya.
Syafridal mengaku tidak tahu sudah berapa realisasi program PSR di Pasbar. "Itu bukan domain saya," ungkapnya. "Sepanjang yang ditanya merupakan wewenang saya, akan saya jawab."
Tapi, sepanjang yang ia tahu, sejumlah perkebunan sawit kelompok swadaya di daerah itu memang sudah saatnya diremajakan karena sudah berumur tua. "Tidak sedikit pula yang berumur masih di bawah 20 tahun," terangnya.
Dikatakan Syafridal, peremajaan sawit di Pasbar juga terbantu sistem tumpang sari dengan tanaman lain seperti padi dan jagung, hasil binaan Dinas Perkebunan (Disbun) setempat.
PSR di Pasbar, Apkasindo Persyaratan Dipermudah, Petani Merasa Terbantu
Diskusi pembaca untuk berita ini