Ia menjelaskan terdapat tiga strategi utama untuk mencapai ketahanan pangan berkelanjutan, yakni intensifikasi, ekstensifikasi, dan diversifikasi.
Pada aspek intensifikasi, peningkatan produktivitas dilakukan melalui penggunaan benih unggul, teknologi budidaya, pemupukan yang tepat, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Herman mencontohkan penggunaan benih hibrida mampu meningkatkan produktivitas padi secara signifikan dibandingkan varietas biasa.
"Kalau sebelumnya satu hektare menghasilkan lima ton, melalui benih hibrida produktivitasnya bisa mencapai 10 sampai 12 ton," katanya.
Sementara ekstensifikasi dilakukan melalui perluasan areal tanam apabila kebutuhan pangan belum dapat dipenuhi hanya melalui peningkatan produktivitas.
Adapun diversifikasi diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras dengan mengembangkan sumber pangan alternatif seperti sorgum, hanjeli, ubi, singkong hingga artificial rice yang memiliki nilai gizi lebih baik.
Menurut Herman, pelaku usaha benih memiliki peran penting dalam seluruh strategi tersebut karena menjadi penyedia teknologi dasar bagi peningkatan produksi pertanian nasional.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berbasis konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah sebagai regulator, perguruan tinggi sebagai pusat riset, dunia usaha sebagai investor dan pelaksana inovasi, komunitas sebagai penggerak di lapangan, serta media sebagai penyampai informasi kepada masyarakat.
"Kelima unsur ini tidak bisa dipisahkan. Semua harus bekerja bersama untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional," tegasnya.
Dalam kesempatan itu Herman juga menyatakan kesiapannya membantu memfasilitasi komunikasi ASBENINDO dengan pemerintah apabila terdapat berbagai persoalan yang membutuhkan dukungan kebijakan.
"Saya akan membantu memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah, baik di tingkat kementerian maupun instansi terkait, sepanjang untuk kepentingan penguatan sektor perbenihan nasional," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum ASBENINDO periode 2026-2031 Ayub Darmanto menegaskan organisasinya siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keberhasilan program swasembada pangan.
Menurut Ayub, ASBENINDO yang beranggotakan sekitar 32 perusahaan perbenihan akan terus meningkatkan penyediaan benih unggul berkualitas bagi petani Indonesia.
"Kami berkomitmen mendukung program pemerintah melalui penyediaan benih unggul yang berkualitas sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian nasional," katanya.
Selain memperkuat produksi benih, ASBENINDO juga akan mempererat kerja sama dengan berbagai asosiasi perbenihan lainnya agar memiliki visi yang sama dalam mendukung pembangunan sektor pertanian.
Ia menilai dukungan perguruan tinggi juga sangat penting untuk memperkuat riset sehingga Indonesia mampu menghasilkan varietas-varietas unggul baru yang mampu bersaing dengan produk luar negeri.
"Kami ingin menghasilkan varietas baru hasil penelitian dalam negeri sehingga produksi benih nasional semakin kuat dan mampu bersaing di tingkat internasional," ujarnya.
Ayub menambahkan salah satu tantangan yang masih dihadapi industri perbenihan adalah fluktuasi harga benih, terutama benih padi yang terdampak kenaikan harga gabah konsumsi.
Karena itu, asosiasi tengah mengusulkan adanya peninjauan kebijakan harga benih agar tetap memberikan kepastian bagi produsen sekaligus terjangkau oleh petani.
Untuk benih jagung, menurutnya kondisi pasar relatif stabil karena peningkatan produktivitas masih mampu memberikan keuntungan bagi petani meski harga benih mengalami penyesuaian.
Sementara pada komoditas hortikultura, pelemahan nilai tukar rupiah memang memberikan tekanan terhadap harga benih impor, namun dampaknya masih dapat dikendalikan oleh pelaku usaha.
Melalui kepengurusan baru hasil Rakernas 2026, ASBENINDO menargetkan penguatan industri perbenihan nasional melalui inovasi, kolaborasi, serta peningkatan riset guna mendukung tercapainya swasembada pangan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing pertanian Indonesia.
Pengurus Baru ASBENINDO 2026-2031 Dikukuhkan, Targetkan Kolaborasi Insan Perbenihan Dukung Swasembada Pangan
Diskusi pembaca untuk berita ini