Pekanbaru, elaeis.co - Matinya ribuan ikan di sungai Kerumutan Desa Tambun, Kecamatan Bandar Petalangan, menjadi perhatian sejumlah pihak. Khususnya masyarakat Kabupaten Pelalawan.

Tokoh pemuda Pelalawan, Nolis Hadi, mengatakan bahwa pihaknya menilai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan gagal dalam menjaga lingkungan di wilayah tersebut. Malah  ia meminta Kepala DLH Pelalawan mundur dari jabatannya.

"Memang kita belum tahu pasti penyebab matinya ribuan ikan tersebut. Apakah karena limbah pabrik atau tidak. Tapi kita nilai DLH gagal," ujarnya kepada elaeis.co, Senin (8/5).

Jika tidak mundur, lanjutnya, Bupati Pelalawan segera mengganti Kepala DLH Pelalawan.

Sepengetahuannya, tim DLH Pelalawan telah turun untuk mengambil sampel air sungai tersebut. Namun sayangnya, sampel itu diambil setelah 1 hari kejadian ribuan ikan tersebut mati secara mendadak.

Dugaan tercemar limbah pabrik kelapa sawit terus mengerucut di kalangan masyarakat. Sebab ada beberapa pabrik kelapa sawit yang beroperasi di sekitar sungai.

Kepala DLH Pelalawan, Eko Novitra, membenarkan bahwa tim telah mengambil sampel air sungai tersebut. Dimana saat ini pihaknya tengah menunggu hasil laboratorium PU di Pekanbaru. Selain itu juga hasil penelitian Dinas Perikanan.

"Hasil lap itu minimal bisa diketahui 2 Minggu ke depan," singkatnya.