Rengat, elaeis.co - Para petani kelapa sawit yang tinggal di Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, memberikan selamat kepada Yopi Arianto, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) atas jabatan barunya di dunia perpolitikan yakni menjabat sebagai Sekretaris DPW Partai NasDem Provinsi Riau periode 2023 -2024.
"Selamat mengemban jabatan Sekretaris DPW Partai NasDem Riau 'bapak petani', semoga dapat membawa kehidupan petani lebih baik dari sebelumnya untuk membahagiakan keluarga. Harapan itu berpeluang besar dalam struktural partai Nasdem sebab memiliki organisasi sayap yaitu petani NasDem yang berpotensi memajukan bangsa," kata Suleman, salah satu petani asal Desa Talang Bersemi ketika dikonfirmasi elaeis.co, Kamis (4/5).
Lelaki kelahiran pulau Jawa itu menaruh harapan besar agar pegerakan organisasi Petani NasDem dapat memberikan solusi kepada petani kelapa sawit dalam menghadapi berbagai persolan khususnya konflik lahan.
Di mana, ada sekitar ratusan kepala keluarga (KK) saat ini sedang memperjuangkan tanaman kelapa sawit supaya tidak digusur oleh pihak korporasi Hutan Tanaman Industri (HTI).
"Dikalkulasi areal lahan yang sedang diperjuangkan kurang lebih 1.000 hektar, pihak korporasi mengklaim tanah itu masuk dalam konsesi IUPHHKHTI. Alhasil, permasalahan ini dimediasi pemerintah pada Maret 2023 dengan kesepakatan perusahan tidak boleh semena-mena," terangnya.
Jalur penyelesaian persolan ini sudah dibuat pemerintah pusat lewat undang-undang Cipta Kerja jika lahan tersebut masuk dalam IUPHHKHTI. Dengan begitu, pemerintah daerah melalui TAPEM Inhu saat ini sedang bekerja melakukan pemetaan kebun kelapa sawit milik petani yang terlanjur ditanam untuk kemudian diajukan ke kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) agar diberi kesempatan mengelola kebun tersebut.
"Kami berharap Ketua KTNA Inhu dapat mengawal persolan petani dengan PT Bukit Betabu Sei Indah (BBSI) sampai ke tingkat kementerian, sebab izin HTI merupakan produk KLHK yang saat ini menterinya dari partai NasDem," pungkasnya.
Diketahui, ratusan petani sempat bentrok dengan PT Bukit Betabu Sei Indah (BBSI) lantaran kebun kelapa sawit produktifnya telah rata dengan tanah. Upaya itu suatu bentuk perlawanan agar perusahan HTI menghentikan aktivitasnya sampai permasalahan ini ada titik penyelesaian, Rabu (25/3).
"Saya perwakilan masyarakat meminta alat berat perusahan jangan beroperasi dulu, petani punya hak di atas tanah yang disengketakan ini, yaitu ada tanam kelapa sawit milik warga," kata Solekhan, Kepala Desa Talang Mulia.
Pemintaan Solekhan bak gayung bersambut. Salah satu pekerja PT BBSI tidak mau menghentikan aktivitas alat berat tersebut. Masyarakat lantas tersulut emosi hingga terjadi cekcok mulut nyaris bentrok, meski pada akhirnya situasi dapat kembali mencair setelah manager BBSI state Peranap menawarkan opsi mediasi di kantor.
Ketua KTNA Inhu Jabat Sekretaris Partai NasDem Riau, Ini Harapan Sejumlah Petani
Diskusi pembaca untuk berita ini