Yogyakarta, elaeis.co – Penyuluh perkebunan tidak cukup hanya menguasai teknik budidaya atau memahami teknologi pertanian. Mereka juga harus pandai berbicara dan berkomunikasi agar pesan yang disampaikan mudah dipahami dan dipercaya petani.
Hal itu disampaikan ASN Kementerian Pertanian sekaligus praktisi penyuluhan, R. Dani Medionovianto, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Literasi Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (3/7).
Kegiatan tersebut diikuti penyuluh pertanian, mahasiswa, dosen, akademisi, hingga masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi selama acara berlangsung.
Menurut Dani, kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking sangat menentukan keberhasilan penyuluh saat mendampingi petani di lapangan.
"Teknologi yang bagus tidak akan bermanfaat kalau penyampaiannya sulit dipahami. Karena itu, penyuluh harus bisa menjelaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti petani," ujarnya.
Dalam pemaparannya, Dani membagikan tiga jurus agar penyuluh lebih percaya diri dan dipercaya petani.
Jurus pertama adalah menguatkan mental. Menurutnya, rasa gugup saat berbicara di depan orang lain adalah hal yang wajar. Yang terpenting adalah berani mencoba dan terus berlatih hingga rasa percaya diri tumbuh.
Jurus kedua adalah menguasai teknik berbicara. Penyuluh perlu menjaga kontak mata dengan petani, menggunakan bahasa tubuh yang ramah, berbicara dengan suara yang jelas, serta memilih kata-kata yang sederhana sehingga pesan lebih mudah dipahami.
"Petani tidak hanya mendengar apa yang kita sampaikan, tetapi juga melihat cara kita menyampaikannya. Sikap yang ramah dan percaya diri akan membuat mereka lebih yakin," jelasnya.
Jurus ketiga adalah terus belajar. Dani mengingatkan penyuluh agar rajin membaca, mendengarkan pengalaman orang lain, dan terus menambah wawasan. Dengan begitu, penyuluh akan lebih siap menjawab berbagai pertanyaan petani di lapangan.
Ia juga menegaskan bahwa kemampuan berbicara bukanlah bakat yang dimiliki sejak lahir, melainkan keterampilan yang bisa dipelajari oleh siapa saja.
"Semakin sering berbicara di depan kelompok tani, kemampuan komunikasi akan semakin baik. Kuncinya adalah latihan dan jangan takut salah," katanya.
Ini Jurus Public Speaking yang Bikin Penyuluh Perkebunan Dipercaya Petani
Diskusi pembaca untuk berita ini