Siak, elaeis.co - Petani sawit di Kabupaten Siak, Riau, keluhkan harga tandan buah segar (TBS) yang makin anjlok. Saat ini sekilonya dibanderol hanya Rp900-an.
Salah satu petani sawit di Kecamatan Lubuk Dalam, Siak, Rony Edward Depari mengatakan, pemerintah harus bertindak agar harga TBS kembali normal.
"Harga (sawit) makin hancur. Saat ini tak sampai lagi pun Rp1.000 per kilogramnya," kata Rony menjawab elaeis.co, Selasa (12/7).
Turunnya harga sawit awalnya setelah Presiden Jokowi mencabut larangan ekspor CPO dan minyak goreng.
Seharusnya setelah larangan ekspor dicabut, harga TBS sawit kembali normal seperti sediakala, Rp3.000/kg. Namun, bukan kembali normal, dicabutnya larangan ekspor justru membikin harga TBS sawit makin anjlok.
Anjloknya harga TBS kelapa sawit membuat keresahan bagi Rony karena dengan harga jual Rp900-an per kilogram hanya mampu menutupi biaya panen.
"Mana lah cukup. Sekarang ini harga di tempat penampungan dan pembelian kelapa sawit (veron,red) Rp930/kg. Sementara ongkos panen dan ongkos angkut tetap. Tak turun. Dengan harga segitu, makin malas kita ke kebun," ujarnya.
Tidak hanya soal harga, yang dikeluhkan petani sawit saat ini juga adanya pembatasan pasokan buah petani ke pabrik minyak sawit mentah (CPO).
Seperti di pabrik PTPN V Lubuk Dalam. Perusahaan plat merah tersebut memberikan kuota TBS petani yang bisa masuk ke pabrik hanya sekitar 70 ton per hari.
Kebijakan itu justru membikin petani makin ketar-ketir. Pasalnya, petani saat ini tidak hanya galau soal harga, namun ditambah ketakutan TBS sawit tidak lagi laku dijual.
Harga Sawit di Siak Makin Kacau, Sekilo Hanya Rp900-an
Diskusi pembaca untuk berita ini