Sorong, elaeis.co - Program Beasiswa SDM Sawit 2026 makin serius membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak pekebun sawit di wilayah timur Indonesia. 

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kini membidik generasi muda Papua Barat Daya lewat skema kuota afirmasi hingga 30 persen khusus bagi peserta dari daerah 3T, Papua, hingga keluarga kurang mampu.

Berita Terkait: Resmi Dari BPDP! Ini Daftar Kampus Penyelenggara Beasiswa SDM Sawit 2026

Langkah ini disampaikan dalam sosialisasi Program Beasiswa Sawit yang digelar di Kota Sorong, Papua Barat Daya, 12 Mei 2026. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 160 siswa SMA/SMK sederajat dan 50 guru dari 20 sekolah di Kota Sorong, Kabupaten Sorong, dan Kabupaten Sorong Selatan.

Mayoritas peserta berasal dari keluarga pekerja dan petani sawit yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan tinggi.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Papua Barat, Moch. Abdul Kobir, mengatakan program ini bukan sekadar bantuan biaya kuliah, melainkan investasi sosial jangka panjang bagi generasi muda Papua.

“Beasiswa Sawit bukan hanya tentang bantuan biaya pendidikan, tetapi membuka kesempatan hidup yang lebih luas bagi generasi Papua agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Abdul Kobir.

Program tersebut merupakan kolaborasi BPDP bersama Kanwil DJPb Papua Barat, Provinsi Papua, dan KPPN Sorong untuk memperluas pemerataan pendidikan di wilayah perkebunan sawit.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menyebut Beasiswa Sawit 2026 juga menjadi bagian dari pengarusutamaan gender di sektor perkebunan.

Menurutnya, BPDP ingin memastikan peluang pendidikan dan karier di industri sawit dapat diakses setara oleh laki-laki maupun perempuan tanpa memandang asal daerah maupun latar belakang sosial.

“Harapannya semakin banyak putra-putri Papua menjadi bagian dari masa depan perkebunan Indonesia yang berkelanjutan,” katanya.